Berita Terbaru

Monday, September 5, 2016

Tak ada kontrak kerja, pekerja di Sitaro tak berdaya
by donwu - 0

Kabid Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja Sitaro, Th Mukau.
SITARO, SMCOM-Tak adanya kontrak kerja di antara pekerja dan pemberi kerja, membuat sejumlah pekerja di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), tak dapat berbuat banyak.

Hal tersebut diutarakan Kabid Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sitaro, Th Mukau, kepada SwaraManado.com, Senin (5/9/2016) siang. "Memang permasalahanya karena tidak ada kontrak kerja di antara pekerja dan pemberi kerja. Kalo ada kontrak kerja kan, baik pekerja dan pemberi kerja, sama-sama senang. Juga karena kurangnya lapangan pekerjaan di Kabupaten Sitaro," ujarnya.

Dikatakan pula, standar upah pekerja sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulut sesuai edaran Gubernur adalah Rp2.400.000. Namun standar tersebut tak dapat dipenuhi para pemberi kerja di Sitaro, seperti misalnya pemilik toko. Mereka beralasan bahwa omset per hari kurang dari Rp1.000.000. "Kalo mo iko standar upah dorang nda mampu. Karena menurut pedagang dorang per omset kurang dari satu juta rupiah per hari," tandas Mukau.


Sementara itu salah seorang ibu rumah tangga yang tidak ingin namanaya dipublikasikan mengaku, ia terpaksa memberhentikan anaknya bekerja dari salah satu toko, dengan alasan waktu kerja yang tak sesuai dengan standar gaji. "Kita pe anak kita so kase barenti kerja. Masalahnya, masa kerja so dari pagi sampe malam, itu gaji nda sesuai. Jadi kita bilang pa kita pe anak istirahat dulu dari kerja," ungkap sang ibu.(ddk)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment