Berita Terbaru

Sunday, September 4, 2016

Pejabat Pemkot Manado disarankan tidak ikut-ikutan menjemput Rektor Unima di Bandara
by Unknown - 0

Walikota Manado GS Vicky Lumentut bersama istri Prof Paula Lumentut-Runtuwene di sela acara pelantikan dan pengambilan sumpah Rektor Unima di Kantor Kemenristek Dikti, Jakarta, Jumat (2/9/2016) sore.(foto: ist)
MANADO, SMCOMProf DR Ir Juleyta PA Runtuwene MS DEA resmi dilantik dan diambil sumpah sebagai Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) di Jakarta pada Jumat (2/9) pekan lalu. Pelantikan istri Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut (GSVL) ini sekaligus membuat sejarah baru di Unima sebagai Rektor perempuan pertama di kampus yang kini berlokasi di Tondano, Minahasa.

Dan, Senin (5/9/2016) besok, Enci Paula—sapaan akrabnya—akan tiba di Manado, dan langsung diarak ke Tondano. Sejumlah acara penjemputan sudah disiapkan Panitia Pemilihan Rektor Unima, dosen, pegawai dan mahasiswa, baik di Bandara Internasional Sam Ratulangi maupun di kampus Unima.

Namun beredar kabar kalau sejumlah pejabat Pemkot Manado juga akan ikut menjemput Enci Paula dan rombongan. “Sudah ada rencana sejumlah pejabat akan menjemput ibu Rektor di Bandara besok (hari ini, red). Apalagi ada Pak Wali (GSVL, red) yang akan sama-sama dengan ibu Rektor,” ujar salah satu sumber resmi kepada Swara Kita, Minggu (4/9/2016) malam. Untuk itu, para pejabat Pemkot Manado ini disarankan agar tidak melakukan hal tersebut dan fokus saja menjalankan tugas di kantor masing-masing.

Salah satu pejabat Pemkot Manado kepada Swara Kita mengakui, kalau dirinya sudah dihubungi sejumlah pejabat lainnya yang mengajak dirinya menjemput Rektor Unima di Bandara Sam Ratulangi. Namun dirinya enggan menanggapi lebih. “Ada beberapa pejabat yang hubungi saya, mengajak untuk menjemput Ibu Rektor. Saya bilang, saya tidak akan ikut karena banyak tugas di kantor. Lagipula buat apa jemput Ibu Rektor, kan tidak ada hubungan dengan kita di Pemkot Manado. Nanti bikin malu Pak Wali lagi,” ungkap salah satu pejabat.

Adanya kabar bahwa akan banyak pejabat Pemkot Manado yang akan menjemput Rektor Unima ini, membuat pengamat politik dan pemerintahan Sulut, Taufik Tumbelaka, angkat suara. Dia menyarankan agar para pejabat tersebut mengurungkan niatnya. “Tidak ada korelasi antara pejabat Pemkot Manado dengan Unima. Saya sarankan jangan ikut-ikutan menjemput Rektor Unima. Lebih baik fokus saja di tugas masing-masing,” ujarnya.

Jika nantinya ada pejabat Pemkot Manado yang ikutan menjemput Rektor Unima, apalagi sampai mengantar ke kampus Unima di Tondano, itu sama saja merusak nama baik Walikota GSVL. “Jangan carmuk (cari muka) ke Enci Paula. Pak Wali (GSVL, red) juga tahu mana pejabat yang kerja dan tidak. Jadi kalau menjemput Rektor Unima itu sama saja dengan carmuk, dan itu justru merusak nama Pak Wali. Apalagi semakin dekat roling pejabat di Pemkot Manado,” tukas Tumbelaka.(dsw)

Bisa juga dibaca di SKH SWARA KITA Manado dan akses di ePaper www.swarakita-manado.com edisi Senin 5 September 2016.




« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment