Berita Terbaru

Tuesday, September 13, 2016

Pangkas dominasi Tengkulak Cengkih, Deprov-Pemprov Lakukan langkah strategis
by noberd losa - 0

Ilustrasi


MANADO,SM.COM - Makin anjloknya harga komoditi cengkih Sulut, sejumlah organisasi petani cengkih bersama DPRD Sulut dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut duduk bersama mencari solusi terhadap persoalan klasik yang dialami petani cengkih setiap panen raya.

Dalam pembahasan yang dipromotori oleh Komisi II pada selasa (13/9) diruang rapat II berhasil memutuskan beberapa langkah strategis mengatasi persoalan tersebut.

Terkuak ternyata campur tangan para tengkulak adalah penyebab utama penurunan harga cengkih setiap panen raya dengan memanfaatkan kelemahan ekonomi para petani cengkih.

Langkah strategis jangka pendek adalah upaya menaikan harga jual cengkih secepatnya, dimana wakil ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut dengan memanfaatkan jaringannya menjanjikan kenaikan harga minimal Rp95 ribu per kilogram dari harga Rp84 ribu per kilogram saat ini.

"Pekan depan saya akan menghubungi pimpinan pabrikan rokok di jakarta untuk memberikan harga khusus bagi petani cengkih sulut dengan syarat jumlah cengkih yang ada di sulut sedikitnya 500 ton," jelas Lumentut.

Langkah strategis dengan efek jangka pendek yang dilakukan Wenny Lumentut diharapkan dapat memotong kompas dominasi tengkulak yang merusak harga pasaran.

Menurut Wakil ketua Asosiasi Petani Cengkih Indonesia (APCI) Sulut Paulus Sembel, kelemahan ekonomi petani harus dicarikan jalan keluarnya karena kesempatan seperti ini yang selalu ditunggu dan dimanfaatkan para tengkulak.

"Para petani cengkih terpaksa harus menjual cengkihnya meskipun harganya anjlok, karena petani harus segera membayar upah pekerja dan siklus memiriskan ini terus berjalan sejak beberapa tahun silam yang anehnya lagi tak kunjung ada perhatian pemerintah," tegas Sembel.

Sementara itu, wakil ketua DPRD Sulut Stevanus Vreeke Runtu (SVR) mendesak agar pabrikan rokok yang beroperasi di Sulut lakukan pembelian langsung kepada petani jika tidak dilakukan pemerintah daerah bisa menggunakan powernya untuk menutup pengoperasian pabrikan yang membangkang.

"Para tengkulak ini karena memiliki modal besar seenaknya memanfaatkan kelemahan ekonomi petani melakukan pembelian harga dibawah yang kemudian dijual kepabrikan dengan harga tinggi akhirnya raup keuntungan berlipat ganda disaat petani kesusahan," tegas SVR yang juga ketua partai golkar Sulut.(Obe)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment