Berita Terbaru

Tuesday, September 27, 2016

Kaban Assa: Australia ingin kerjasama dengan Pemkot Manado
by donwu - 0

KEPALA Bappeda Manado Peter KB Assa selaku perserta Pim 2 utusan Pemkot Manado, foto bersama Konjen RI untuk Perth Australia Ade Padmo Sarwono, dalam kegiatan Pim 2 di Australia.(foto: ist)
MANADO, SMCOM—Best Practices Benchmarking adalah salah satu kegiatan utama dalam Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan (Diklat Pim 2) Angkatan ke-42 Badan Diklat Jawa Timur tahun 2016. Kegiatan yang bertujuan untuk membekali peserta dengan kemampuan adopsi dan mengadaptasi keunggulan organisasi yang memiliki best practice pada strategi kebijakan ini dilaksanakan di Perth, Australia Barat.

Diharapkan hasil belajar pada best practices benchmarking ini peserta dapat dijadikan alat strategi bagi manajemen untuk meningkatkan kinerja organisasi dimana peserta bekerja. Indikator keberhasilannya adalah terjadinya perubahan budaya organisasi yang lebih baik, perbaikan kinerja dan meningkatkan kemampuan SDM.

Tahapan kegiatan benchmarking yang dilakukan adalah: mengumpulkan dan mengolah data/informasi mitra benchmarking; menganalisa best practice; kunjungan ke lokus benchmarking; identifikasi, analisis dan pemanfaatan hasil; memanfaatkan hasil lesson learned; mempersiapkan rencana perubahan; dan mengimplementasi rencana perubahan.

Tim best practices benchmarking PIM 2 angkatan 42 yang dipimpin oleh Kepala Pusat Pengembangan Analisis Kebijakan, Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Erna Irawati SSos MPol ini diberangkatkan ke Perth Australia Barat pada Minggu (25/9/2016) dan kembali ke Indonesia Rabu (28/9/2016) besok. Hari pertama diisi dengan perkunjungan ke Kantor Konsulat Jenderal RI di Perth, di jalan 134 Adelaide Terrace East Perth, WA, 6004.

Dalam kunjungan ini rombongan diterima langsung Konjen Ade Padmo Sarwono, dan hampir 3 jam peserta PIM 2 mendengar penjelasan dan berdiskusi. Secara kebetulan peserta dari Pemkot Manado, yakni Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Peter KB Assa PhD diberikan kesempatan pertama untuk bertanya dan langsung dijawab oleh Konjen.
“Ada 3 hal yang saya ditanyakan yaitu menyangkut potensi kepariwisataan Indonesia khususnya Manado yang perlu dikembangkan agar menarik bagi wisatawan Australia, kerjasama sister city dan friendship city terutama yang berisi kerjasama pendidikan SDM Manado di Perth dan organisasi massa yang ada dan difasilitasi oleh Konsulat RI di Perth,” ujarnya kepada Swara Kita melalui pesan Facebook, Selasa (27/9/2016) hari ini.

Pertanyaan-pertanyaan ini, kata dia, disambut dengan jawaban-jawaban yang strategis oleh Konjen, yaitu antara lain pihak Konjen RI untuk Australia Barat sangat konsen dengan pengembangan sektor kepariwisataan daerah-daerah di Indonesia yang memiliki potensi besar destinasi wisata pantai atau laut. “Bapak Konjen tahu benar bahwa Manado adalah kota wisata bahari yang sangat potensial menjadi salah satu destinasi utama wisatawan Australia,” ungkap Assa.

Bahkan Konjen mengatakan sudah sering berkonsultasi dengan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan menyarankan kepada Gubernur agar Manado dapat dibangun marina yang nyaman untuk berlabuh dan diparkirnya kapal Yacht. Hal ini dikarenakan penggemar Yacht di Australia Barat cukup banyak. Ada sekitar 2700 member The Cruising Yacht Club of Australia (CYCA) di Australia dan sekitar 500 member berasal dari Australia Barat.

“Dan para penggemar Yacht ini adalah petualang-petualang samudra yang selalu mencari lokasi-lokasi wisata pantai dan spot-spot penyelaman indah di dunia. Peluang ini sangat besar bagi kita Manado bila dapat dibangun Marina Yacht yang representatif dan nyaman meskipun tidak harus mewah. Bisa dibayangkan pendapatan daerah yg dihasilkan dari perkunjungan wisata Yacht ini. Perekonomian Manado terutama lahan pekerjaan akan semakin terbuka. Karena Yacht membutuhkan perawatan,” ujar Assa.

Selain itu Pemerintah Australia saat ini lagi gencar-gencarnya mendorong sektor Pertanian, Pendidikan dan Pariwisata untuk semakin berkembang dan dapat bekerja sama dengan negara lain pada sektor tersebut. “Pendidikan misalnya memberikan peluang yang lebih besar bagi mahasiswa-mahasiswa Indonesia untuk bersejolah di Australia dengan tawaran kualitas dan fasilitas pendidikan berkelas. Untuk memudahkan kerjasama pendidikan maka pihak Konsulat RI di Australia Barat akan sangat mendukung dan akan memfasilitasi bilamana ada daerah yg ingin bekerjasama baik dalam bentuk sister city maupun friendship city,” kata Assa.

Lanjut Assa, dirinya langsung menghubungi Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut (GSVL) setelah pertemuan dengan Konjen, dan sangat menyambut baik dukungan rencana kerjasama dari Konjen RI di Perth. “Beliau (Walikota GSVL) menyampaikan berkeinginan untuk membuka kerjasama friendship city baik dibidang pendidikan dan kepariwisataan dengan Perth atau Swan City,” ujar Assa, seraya mengatakan kalau Walikota GSVL juga tak lupa menitipkan salam hormat kepada Konjen RI di Perth dan disambut hangat dan salam balik.(dsw/skh-swarakita)



« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment