Berita Terbaru

Wednesday, September 7, 2016

Cengkih Anjlok, APCI Curhat ke DPRD Sulut
by noberd losa - 0


MANADO,SM.COM - Anjloknya harga komoditi cengkih di Sulut sampai Rp84 ribu per kilogram akhirnya Asosiasi Petani Cengkih Indonesia (APCI) Sulut datangi ketua DPRD Sulut.

APCI Sulut minta ada regulasi daerah yang diharapkan mampu mempengaruhi keadaan pasar sehingga kerugian petani cengkih bisa diminimalisir.

Pengurus APCI Sulut juga sempat menyatakan akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran jika nasib petani cengkih tak urung ada perubahan.

Menanggapi ini, Ketua DPRD Sulut menyatakan akan menugaskan komisi II segera lakukan pemanggilan terhadap instansi terkait pemerintah provinsi (Pemprov) Sulut duduk bersama mencari solusi.

"Banyak jalan ke Roma, dimana ada kemauan disitu ada jalan jadi jika ada niat akan dapat diselesaikan, selasa pekan depan ini harus segera dibahas bersama antara komisi II, APCI dan instansi Pemprov," kata Angouw diruang kerjanya pada Rabu (7/9) siang tadi.

Lanjut Angouw, jika hasil pembahasan yang dilakukan komisi II nanti belum mampu menunjukan solusi, dimungkinan untuk melakukan aksi unjuk rasa.

"Kalau memang dengan demo besar-besaran akan membawa perubahan harga yah kita lakukan saja,"tegas Angouw.

Lain halnya dengan Wenny Lumentut Wakil Ketua DPRD Sulut yang punya pemikiran maju dan strategis ekonomi lebih logis dibandingkan Andrei Angouw.

"Nasib petani cengkih tidak akan seperti ini jika pemerintah pusat tidak melakukan kebijakan import cengkih sampai 40 ribu ton, padahal keadaan petani saat ini sedang panen raya disaat ekonomi lagi loyo," tegas Lumentut.

Menurut Wenny Lumentut, langkah tegas yang harusnya dilakukan pemerintah adalah pemerintah pusat wajib menutup kran import cengkih.

"Kebijakan Import cengkih ini sumber utama persoalan yang ada, pemerintah harus menghentikan ini,"tandas Lumentut.(Obe)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment