Berita Terbaru

Sunday, August 7, 2016

Tipu konsumen, Indomaret Ranomuut jual makanan kadaluwarsa
by donwu - 0

Inilah makanan ringan yang masih dijual di Indomaret Ranomuut pada Minggu 7 Agustus 2016, padahal tanggal kadaluwarsanya hanya sampai Sabtu 6 Agustus 2016.
MANADO, SMCOM—Untuk kesekian kalinya, gerai Indomaret didapati kasus. Dan kali ini, makanan kadaluwarsa dijual dan ditemukan konsumen di gerai Indomaret di Jl Raya Maesa Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paaldua.
Temuan makanan kadaluwarsa ini bermula saat Radita Yunika, warga Ranomuut, selaku konsumen belanja makanan ringan berupa sosis pada Minggu (7/8/2016) sore menjelang malam. Sesampainya di rumah, konsumen langsung memberikan sosis hasil belanjaan di Indomaret tersebut kepada anaknya yang masih balita. “Saya lihat kok anak saya tak seperti biasanya makan sosis. Biasanya dia lahap, tapi kok kelihatan tidak enak. Saya lihat ternyata makanan itu sudah kadaluwarsa,” ungkapnya.
Rupanya tanggal kadaluwarsa makanan tersebut tertulis 6-8-2016. “Wah, ternyata sudah kadaluwarsa. Ini benar-benar kami sebagai konsumen merasa ditipu oleh Indomaret. Saya tidak tahu, apakah cuma saya yang kena tipu atau masih ada konsumen lainnya,” tukas Radita, seraya meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta pemerintah untuk segera turun tangan. “Kalau perlu beri sanksi,” tandasnya.
Manajemen Indomaret Ranomuut yang dimintai keterangannya melalui Ipandi selaku Kepala Toko, hanya bisa meminta maaf. “Maaf,” ujarnya. Menariknya, terungkap juga rupanya secara tersirat Ipandi mengatakan kalau Indomaret Ranomuut banyak masalah termasuk makanan kadaluwarsa. “Saya dari Bandung. Saya baru dua minggu di sini, dan tugas saya untuk membenahi di sini, termasuk banyaknya makanan kadaluwarsa yang masih dijual,” ungkap Ipandi.
Menurut Pasal 1 angka 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, barang adalah setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud, baik bergerak maupun tidak bergerak, dapat dihabiskan maupun tidak dapat dihabiskan, yang dapat untuk diperdagangkan, dipakai, dipergunakan, atau dimanfaatkan oleh konsumen.
Praktisi hukum Tri Jata Ayu Pramesti SH menjelaskan, berkaitan dengan kadaluwarsanya suatu barang, ancaman pidana bagi pelaku usaha yang melanggar larangan tersebut berdasarkan Pasal 62 ayat (1) UU Perlindungan Konsumen adalah pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).(dsw)

Selangkapnya bisa dibaca di SKH SWARA KITA Manado dan e-Paper www.swarakita-manado.com edisi Senin 8 Agustus 2016.


« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment