Berita Terbaru

Wednesday, August 17, 2016

Bupati Sitaro: Kemerdekaan adalah “jangan mati-mati lampu”
by Unknown - 0

Bupati Sitaro melakukan tabur bunga di Pelabuhan Pehe, Rabu (17/8/2016) siang.
SITARO, SMCOM—Bupati Kepulauan Sitaro Toni Supit SE MM mengatakan bahwa kemerdekaan adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yakni dengan memberikan keadilan, hak-hak dari warga seperti jalan dan fasilitas-fasilitas sekolah dan rumah sakit dan lain-lain sebagainya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Refleksi dari kemerdekaan ini menurut saya adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita semua menginginkan masyarakat itu mendapatkan hak-haknya. Jadi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yaitu bagaimana masyarakat merasa adil, salah sautnya PLN jangan mati-mati. Karena masyarakat membayar itu. Kemudian apa yang mereka bayar, kenapa harus mati-mati lampu," ujar Bupati kepada wartawan ditemui di kediamanya seusai pelaksanaan upacara bendera Hari kemerdekaan RI ke-71, Rabu (17/8/2016) di lapangan Batahi Ondong.

Lanjut Bupati, Indonesia sekarang ini merupakan negara yang masih berkembang, yang diharapkan oleh seluruh pemerintah di Indonesia, baik di pusat, provinsi, dan kabupaten pada tahun 2025 nanti Indonesia akan mejadi sebuah negara yang sangat maju, berkat kerja keras. "2025 nanti Indonesia harus keluar dari negara berkembang menjadi negara maju. Itu diharapkan kita semua baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota. Dan bagaimana hal itu bisa terealisasikan, tentunya dengan bekerja dan bekerja keras lagi supaya bisa tercapai," tukasnya.

Sementara itu usai upacara pengibaran bendera merah putih, dilanjutkan dengan upacara tabur bunga bagi pahlawan yang telah gugur dalam merebut kemerdekaan. Upacara tabur bunga dilaksanakan di pelabuhan Pehe. Bertindak sebagai inspektur upacara Bupati Sitaro.(ddk)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment