Berita Terbaru

Tuesday, August 2, 2016

Soal muridnya tabrak Polisi, Kepsek SMAN 1 Ulu Siau serahkan ke proses hukum
by donwu - 0

SITARO, SMCOM—Kepala SMA Negeri 1 Ulu Siau, CS Hamel membenarkan kalau salah satu pelajarnya terliba kasus menabrak seorang Anggota Polisi Polsek Siau Timur saat sementara menjalankan tugas melakukan operasi kendaraan bermotor, Senin (1/8/2016) pagi.
Ketika ditemui SwaraManado.com di sekolahnya, Selasa (mengatakn kalau kasus ini dserahkan sepenuhnya kepada aparat Kepolisian untuk diproses hukum. “Kami menunggu proses hukum dari kepolisian,” ujarnya, Selasa (2/8/2016).
Mengenai pendidikan terhadap murid yang mereka bina, Hamel mengatakan kalau dalam hal mendidik mental anak sangat diperlukan kerjasama dari pihak masyarakat, apa terlebih pihak orang tua dalam hal pengawasan ketika siswa sedang berada di luar lingkungan sekolah.
"Pendidikan disiplin dan mental anak didik sangat diperlukan kerjasama masyarakat pada umumnya, dan orang tua tentunya. Bukan hanya dibebankan kepada pihak sekolah. Apalagi ketika mereka berada di luar lingkungan sekolah. Tentu peran dari orang untuk memantau keberadaan anak mereka sangat dibutuhkan," ujar Hamel.
Senin (1/8/2016) pagi kemarin sekitar Pukul 08.30 Wita, seorang pelajar SMA Negeri 1 Ulu Siau, W Malamtiga (16), menabrak seorang Polisi Polsek Siau Timur Kanit H Wilade yang sedang bertugas melakukan operasi kendaraan bermotor.
Dari keterangan yang berhasil diperoleh dari Kapolsek Siau Timur Iptu Awaludin Puhi melalui Wakapolsek Ipda Nico Mirontoneng oknum pelajar tersebut benar menabrak salah satu anggota Kepolisian yang sedang melaksanakan operasi terhadap kendaraan yang menggunakan pengeras suara berupa toa yang sering membuat kebisingan di jalan.
“Oknum pelajar tersebut melintas di depan anggota Polisi. Namun ketika hendak dihentikan, pelajar tersebut tak mau berhenti, dan berusaha melarikan diri sehingga menabrak salah satu anggota kepolisian yang kala itu sedang bertugas. Waktu itu pagi sekitar jam 8,” ungkap Mirontenong.
Karena tersangka masih di bawah umur, maka tidak ditahan tetapi tetap dikenakan wajib lapor 1x24 jam. “Kami himbau masyarakat taat aturan di jalan, apalagi kalau masih pelajar seperti tersangka yang pastinya belum punya SIM karena masih 16 tahun,” tegasnya.(ddk)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment