Berita Terbaru

Monday, August 29, 2016

Sitaro dilanda kemarau, warga terpaksa jalan kaki untuk dapatkan air
by Unknown - 0

Beberapa warga yang sedang mandi di mata air Akelabo.
SITARO, SMCOM—Kemarau yang sejak beberapa minggu belakangan ini melanda Sulut, termasuk Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), membuat beberapa sumur penampungan air hujan warga mulai mengering. Hal tersebut menyebabkan sebagian warga pulau Siau terlebih khusus yang tinggal di lereng gunung Karangetang harus berjuang keras dalam memenuhi kebutuhan air mereka sehari-hari.

Seperti yang terlihat di lokasi pemandian mata air Akelabo yang terdapat di Kelurahan Akesimbeka Kecamatan Sitim. Banyak warga yang bergantian datang dari beberapa desa, untuk manadi dan mengambil air bersih untuk mereka pakai sehari-hari.

Blandina Masaihang, salah seorang warga Tatahadeng Kecamatan Siau Timur, kepada SwaraManado.com mengungkapkan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, mereka terpaksa harus membeli air yang dijual para penjual air musiman. Dan untuk mandi mereka terpaksa berjalan kaki menuju ke pantai atau ke sumber air bersih yang berjarak kurang lebih 3 kilometer dari rumah mereka.

"Kalo air untuk  mo pake hari-hari torang terpaksa mo beli  air dari oto tangki. Deng kalo untuk mandi torang terpaksa pigi mandi di pante atau di pemandian umum Akelabo dengan berjalan kaki bila tidak ada kendaraan. Itu jaraknya kira-kira 3 km dari kampung," ungkap Masaihang, Senin (29/8/2016).

Kuatir dengan belum turunnya hujan, beberapa warga berharap kiranya pemerintah dapat membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan air bersih. "Kami sebagai warga sangat berharap kiranya pihak pemerintah Sitaro dapat membantu kami dalam ketersediaan angkutan air bersih," ujar mereka berharap.(ddk)


« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment