Berita Terbaru

Wednesday, August 24, 2016

Legislator Sulut nekat cegat mobil kontainer, ada apa?
by Unknown - 0

ANGGOTA Deprov Sulut Yongki Limen berdiri di depan mobil kontainer yang masuk di Liwas, Rabu (24/8/2016) siang.(foto: donny/sk/sm)
MANADO, SMCOM—Masyarakat Kelurahan Ranomuut, khususnya yang tinggal di Lingkungan VI (lebih dikenal dengan kampong Liwas), nampaknya mulai gerah dengan aktivitas keluar masuk mobil kontainer di komplek mereka. Bagaimana tidak, kendati siang hari namun kendaraan berbadan besar tersebut tetap masuk keluar di Liwas kendati tidak seimbang dengan ruas jalan yang sempit Jl Lengkong Wuaya. Ditambah lagi dengan debu akibat aktivitas galian C dan pengerukan tanah yang dilakukan pengembang perumahan, membuat masyarakat setempat gerah.

Puncaknya terjadi Rabu (23/8/2016) siang sekitar Pukul 12.00 Wita. Mobil kontainer yang masuk ke Liwas akhirnya dicegat masyarakat dan dilarang untuk masuk. Nampak Anggota Deprov Sulut Yongki Limen, yang tak lain warga setempat ikut nekat mencegat mobil kontainer tersebut. Hanya dengan menggunakan setelan kaos hitam dan celana pendek, politisi Partai Golkar itu menghalangi mobil kontainer tersebut untuk melintas.

Sempat terjadi adu mulut antara Limen dan sopir kontainer. Sekira kurang lebih 30 menit kemudian, nampak anggota Polisi dari Sektor Tikala tiba di lokasi. Namun rupanya, kehadiran beberapa anggota Polisi tersebut justru memicu kemarahan yang lebih besar dari Limen. Telepon selular yang digunakan Polisi yang kemungkinan berkomunikasi dengan pemilik kontainer tersebut diambil Limen. Saat itu terjadi percakapan, dan terdengar Limen marah-marah kepada orang di balik telepon tersebut.

“Ko’ jang ngana suru polisi kamari, lebe marah kita,” tukas Limen sambil menaruh telepon selular tersebut di telinganya. Kurang lebih 15 menit Limen berkomunikasi dengan pemilik kontainer, pada akhirnya sopir kontainer disuruh berbalik dan tidak boleh melintas lagi di jalan sempit tersebut.

Diketahuim aktivitas keluar masuk mobil kontainer di Liwas memang sudah terjadi cukup lama, karena ada gudang di komplek Liwas tersebut. Hanya saja yang disesali warga, aktivitas keluar masuk mobil berbadan besar tersebut tidak melihat waktu, kendati itu siang hari dimana Jl Lengkong Wuaya tersebut akhir-akhir ini padat dengan aktivitas kendaraan. “Laeng kali macet di jalan ini lantaran oto kontainer,” aku sejumlah warga.

Bebas beraktivitasnya kendaraan berbadan besar di siang hari di Manado memang menjadi masalah. Instansi terkait seperti Dinas Perhubungan nampaknya sudah membiarkan aktivitas mobil berbadan besar lalu lalang di Manado di siang hari. Padahal ada Peraturan Walikota (Perwako) yang mengatur soal itu, dimana mobil berbadan besar dibatasi jam berkativitas hanya khusus malam hari. “Kami minta pemerintah untuk kembali mengaktifkan kembali Perwako tersebut, dan berharap Dinas Perhubungan lebih serius melakukan penertiban,” tukas Susan M, warga Liwas.(dsw)

Bisa juga dibaca di SKH SWARA KITA Manado dan ePaper www.swarakita-manado.com edisi Kamis 25 Agustus 2016.



« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment