Berita Terbaru

Saturday, August 20, 2016

GSVL angkat situs wisata Desa Sinuian Remboken
by Unknown - 0

GS Vicky Lumentut di sela kegiatan lomba mancing yang digelar di Desa Sinuian Kecamatan Remboken, Minahasa, Sabtu (20/8/2016) kemarin.
MINAHASA, SMCOM—Tokoh masyarakat Remboken, DR GS Vicky Lumentut (GSVL) mengungkapkan bahwa di kampung halamannya Desa Sinuian Kecamatan Remboken, banyak situs peninggalan jaman dahulu kala seperti batu Apung Limentut yang terdapat di pinggiran Danau Tondano, batu berbentuk manusia sedang duduk di dekat pemukiman warga, serta goa-goa yang ada di pegunungan. “Peninggalan sejarah tersebut patut dikembangkan menjadi lokasi pariwisata,” ungkap GSVL kepada Swara Kita di sela-sela kegiatan lomba Pancing Ikan, Sabtu (20/8/2016) kemarin.

Dijelaskan Walikota Manado ini, situs-situs peninggalan sejarah yang berada di kampungnya tersebut banyak yang belum tersentuh. Untuk itu perlu adanya informasi yang lebih mendalam kepada masyarakat umum. Hanya saja, lokasi situs itu harus direnovasi dulu, baik akses jalan menuju situs dan lokasniya ditata dengan baik agar bisa menarik para pengunjung mampir untuk menikmati keindahan alam di Desa Sinuian.

"Lokasi tempat wisata di Desa kami ini telah didata, tinggal bagaimana mengatur supaya bisa menarik para wisatawan. Awalnya campur tangan dari Pemprov Sulut dan Pemkab Minahasa tentu sangat dibutuhkan, agar bisa memperhatikan lokasi wisata di sini dengan anggaran yang memadai. Perlu diketahui usul objek wisata di Desa kami ini telah dilayangkan kepada Pemkab Minahasa dan Pemprov Sulut, tinggal bagaimana mereka mengatur agar situs-situs ini bisa bermanfaat bagi wisatawan juga dari daerah kita Minahasa secara khusus, dan Sulut secara umum," terang GSVL.

Lanjutnya, warga Desa Sinuian telah berkoordinasi mengenai sejarah peninggalan penjajah yang ada di Desa, dan jika dipugar tempat bersejarah ini akan mendatangkan keuntungan buat perkembangan dunia kepariwisataan di Minahasa. Sebab ada situs-situs di Desa Sinuian yang bisa menarik para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Hanya saja belum sempat terskspos. “Oleh karena itu kita orang Minahasa wajib menyampaikan dan memplubikasikan agar pariwisata kita ini dapat dikenal baik wisatawan lokal maupun mancanegara,” ujarnya.

Lanjut GSVL, jika situs-situs tersebut lokasinya telah ditata dengan bagus serta akses jalan menuju tempat bersejarah yang berada di Desa Sinuian ini sudah dibuka, maka dengan sendirinya para wisatawan bakal mampir untuk menikmati situs bersejarah. “Selain Desa Sinuian akan berkembang, juga Kabupaten Minahasa akan dikenal dengan banyaknya tempat-tempat pariwisata," kata GSVL.

Ungkapan senada disampaikan Natalia Suoth, warga Desa Sinuian. “Desa ini boleh dikata Desa Wisata, sebab banyak peninggalan penjajah Jepang ada di sini. Situs tersebut perlu ditata agar bisa dikenal oleh publik karena peninggalan Jepang ini bernilai sejarah. Jika dibiarkan dan tak tersentuh, maka pariwisata Minahasa bakal tertinggal dengan daerah lain. Karenanya, kami pemuda di sini sangat mengharapkan campur tangan pemerintah untuk memperhatikan situs sejarah yang berada di Desa Sinuian ini," ungkap Natalia.(win/dsw)


Selengkapnya bisa baca di SKH SWARA KITA Manado dan ePaper www.swarakita-manado.com edisi Senin 22 Agustus 2016.

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment