Berita Terbaru

Saturday, August 27, 2016

Elpiji 3kg di Manado langka lantaran banyak dipakai di restoran
by Unknown - 0

Elpiji 3kg bersubsidi yang harusnya diperuntukkan bagi rumah tangga, justru masih banyak ditemukan dipakai di restoran dan rumah makan.(foto: ist)
MANADO, SMCOM—Kelangkaan tabung liquified petroleum gas (LPG/Elpiji) tabung ukuran 3 kilogram (kg) akhir-akhir ini terjadi di Manado dan sekitarnya. Akibatnya, dengan terjadinya kelangkaan tersebut membuat penjualan dan harga di tingkat pengecer tabung tersebut naik drastis.

Hal ini kemudian mendapat perhatian serius dari anggota Dekot Manado, Abdul Wahid Ibrahim. Menurutnya, dengan kenaikan tersebut berdampak dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena tabung Elpiji 3kg sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat.

Dirinya mengungkapkan, kelangkaan tersebut terjadi karena pasokan Elpiji 3kg yang ada banyak beredar di restoran maupun rumah makan. “Hal ini tidak seharusnya digunakan oleh pengusaha restoran ataupun rumah makan, karena tabung elpiji 3kg ini merupakan bahan bakar gas subsidi pemerintah yang disediakan untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah,” kata Ibrahim di gedung parlemen, Jl Balaikota Tikala.

Oleh karena itu, dirinya meminta agar Pemkot Manado maupun instansi terkait dapat menindaklanjuti kelangkaan tersebut. “Karena ini sudah sering terjadi kelangkaan di masyarakat, kami minta agar ada upaya dari pemerintah mengatasi hal ini,” tandas Ibrahim.

Sejumlah ibu rumah tangga pun protes jika Elpiji 3kg digunakan di restoran, café atau rumah makan. "Elpiji subsidi yang 3 kilo itu hanya untuk masyarakat, bukan untuk pelaku usaha restoran, karena restoran atau cafe besar wajib menggunakan elpiji 12 kilo, bukan elpiji subsidi," tukas sejumlah IRT di Kecamatan Sario, seraya meminta pemerintah untuk segera menertibkan.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan distribusi tertutup elpiji 3kg sejauh ini hanya diutamakan untuk kalangan rumah tangga dan usaha mikro. Artinya, elpiji 3kg tidak diperuntukkan bagi kalangan masyarakat mampu dan tidak mampu, termasuk restoran dan rumah makan atau usaha makro lainnya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmadja Puja menyampaikan, Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2009 Pasal 20 ayat (2) jelas menyebut bahwa penyediaan dan pendistribusian elpiji tabung 3 kg hanya diperuntukkan bagi rumah tangga dan usaha mikro. Untuk itu, pihaknya tahun ini memilih fokus agar seluruh rumah tangga dan usaha mikro mendapatkan pilot project distribusi Elpiji tabung ukuran 3 kg yang akan dimulai akhir bulan ini atau awal Agustus.

"Kami usahakan rumah tangga dan usaha mikro dapat. Selain itu enggak boleh. Nah, di aturan yang sekarang belum sampai ke (masyarakat) tidak mampu. Jadi rumah tangga saja," ujarnya. Dengan demikian, Nyoman menegaskan untuk restoran-restoran yang bukan tergolong usaha mikro maupun rumah tangga, maka harus membeli elpiji tabung ukuran 12 kg. "Yang enggak dapat kartu, hotel itu misalnya, ya beli yang 12 kg. Masyarakat kalau dia sepanjang rumah tangga boleh (dapat dengan harga subsidi juga)," tukasnya.(wan/vin/dw)

Bisa juga dibaca di SKH SWARA KITA Manado dan akses di ePaper www.swarakita-manado.com edisi Senin 29 Agustus 2016.

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment