Berita Terbaru

Tuesday, August 23, 2016

APCI Sulut sikapi merosotnya harga Cengkih
by Noberd Losa - 0



MANADO,SM.COM - Setiap panen raya harga Cengkih selalu turun dan ini memang situasi pasar sebab Harga Cengkih selalu fluktuatif mengikuti harga pasar.

Fenomena ini terjadi dari tahun ke tahun setiap masa panen tiba. Ini sebenarnya permainan spekulan Cengkih khususnya para pembeli/penampung dilapangan dengan memanfaatkan minimnya dana pra panen pada tingkat petani.     Produksi Cengkih sedikit tapi justru harganya jatuh dipasaran, ini jelas permainan pedagang pengumpul.

Asosiasi Petani Cengkih Indonesia (APCI) Sulut merasa prihatin dengan kondisi ini sebab kelemahan/kekuarangan dana pra panen pada petani justru dimanfaatkan para spekulan dilapangan untuk memainkan harga sampai pada batas yang sangat tidak wajar.

Wakil ketua APCI Sulut Paulus Sembel berpendapat situasi ini sangat memiriskan bagi petani cengkih sulut.

"Kalau sekarang jatuh sampai pada harga Rp. 94-95 ribu dipasaran tentunya sangat memiriskan sebab ongkos produksi saja sering tidak menutupi harga yang ada.
APCI menyarakan agar petani dapat menahan diri untuk tidak menjual Cengkihnya pada saat harga jatuh dipasaran sebab dipastikan selesai panen raya Cengkih akan naik berada diatas seratus ribu/kg kering. Kalau sekedar ongkos panen bisa dilakukan berbagai cara untuk mensiasati agar Cengkih yang ada ditangan petani tidak dijual keseluruhannya," kata Sembel.

Penegasan juga disampaikan oleh ketua APCI Tony Mukuan bahwa dengan harga yang tidak normal ini, diharapkan juga agar petani Cengkih tidak terjebak dengan isu harga rokok yang akan melambung tinggi. Kami berharap mafia Cengkih tidak bermain disaat para petani Cengkih sangat membutuhkan 'petolongan' dalam meningkatkan kesejahteraannya.

"APCI bukan penentu harga tapi sebagai lembaga perjuangan moral untuk petani Cengkih, akan berupaya menfasilitasi penjualan cengkih petani ke perusahaan rokok dengan harga yang wajar jika para Petani bisa menahan cengkihnya sampai selesai panen dan telah melalui proses pengeringan," tandas Mukuan.(Obe)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment