Berita Terbaru

Friday, July 29, 2016

Reklamasi Boulevard II perlu dipertimbangkan
by Totti boy - 0

PARA editor sependapat bahwa isu lingkungan kedepan harus diberi porsi yang seimbang.(foto: ist)
Manado, SMCOM—Permasalahan lingkungan dengan akan adanya reklamasi di Boulevard II wilayah Manado Utara, mendapat perhatian serius dari sejumlah kalangan, termasuk juga LSM Manengkel Solidaritas. Organisasi yang bergerak dalam pelestarian lingkungan ini meminta agar adanya rencana reklamasi di Boulevard II ini perlu dipertimbangkan oleh Pemprov Sulut.
Ketua LSM Manengkel Solidaritas, Rio Puasa mengatakan, reklamasi Boulevard jilid II dari pesisir Pantai Sindulang hingga Tumumpa, akan mempengaruhi kelangsungan ekosistem terumbu karang dan juga tanaman manggrove yang ada di wilayah Bahowo, Kecamatan Bunaken. “Menurut informasi yang kami dapat juga di wilayah Sindulang sampai Tumumpa, akan ada reklamasi sepanjang 500 meter ke arah laut dan itu akan sangat mempengaruhi ekosistem terumbu karang dimana menjadi nilai jual untuk wisatawan ke Taman Nasional Bunaken karena jaraknya sangat dekat,” jelas Puasa dalam Focus Group Discussion terkait isu-isu lingkungan yang diselenggarakan oleh AJI Kota Manado di Tribun Lounge, Kairagi Manado, Jumat 29 Juli 2016 pekan lalu.
Dikatakan Puasa, saat ini pemerintah tengah giat melakukan promosi pariwisata agar Sulut lebih dikenal dunia. Hanya saja, jika kelangsungan Taman Nasional Bunaken terancam dengan proyek reklamasi, maka upaya pemerintah itu akan sia-sia. “Jadi sudah saatnya peran media untuk mengadvokasi persoalan lingkungan yang selama ini belum mendapat porsi yang besar dalam pemberitaan dalam media massa di daerah ini,” katanya seraya menambahkan jika LSM Manengkel Solidaritas saat ini sedang membangun Mangrove Park di Bahowo, Kecamatan Bunaken dengan tujuan untuk menjaga ekosistem laut pesisir Manado.
Perlu adanya perhatian dalam masalah lingkungan, mendapat dukungan dari Pemimpin Redaksi Tribun Manado, Ribut Raharjo. Sebab menurut Raharjo, jika reklamasi ini berdampak paa kelangsungan lingkungan wisata barai Bunaken, maka hal itu juga akan mempengaruhi sektor pariwisata. "Kalau menurut Rio hal ini bisa membahayakan Taman Nasional Laut Bunaken, maka tentu hal ini bisa mengancam program Gubernur Olly Dondokambey yang mendatangkan ribuan turis Tiongkok," ujarnya.
Fokus grup diskusi (FGD) dengan tema Peran Media Membangun Partisipasi Publik Menjaga Lingkungan itu dihadiri sejumlah editor media cetak dan elektronik di Sulut. Para editor sependapat bahwa isu lingkungan kedepan harus diberi porsi yang seimbang.
Dalam FGD ini, para editor menyampaikan bagaimana kebijakan redaksi media masing-masing dalam menanggapi isu lingkungan. Terkuak bahwa banyak jurnalis yang kurang berkompeten dalam menulis isu lingkungan.
AJI Manado pun didorong untuk memetakan sejauh mana perilaku jurnalis terhadap menulis isu lingkungan serta terus mendorong media-media di Sulawesi Utara agar memerhatikan lingkungan. Yoseph Ikanubun, Ketua AJI Manado dalam keterangannya siap menindaklanjuti saran dan masukan peserta FGD.(gleen)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment