Berita Terbaru

Wednesday, June 1, 2016

Kompensasi Pemkot, warga Sindulang dapat kios di lokasi Tugu Lilin
by donwu - 0

Pemkot Manado berikan waktu seminggu masyarakat bongkar sendiri bangunannya di Boulevard II

Perwakilan warga Sindulang saat berdialog dengan Walikota Manado GS Vicky Lumentut serta sejumlah pejabat Pemkot Manado, Selasa (31/5/2016) siang.
MANADO, SMCOM—Selasa (31/5/2016) pagi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Manado dibantu aparat Kepolisian dan TNI menertibkan bangunan liar yang didirikan tanpa izin di sepanjang kawasan Boulevard II, tepatnya di Kelurahan Sindulang I dan II, Kecamatan Tuminting. Eksekusi ini sempat mendapat perlawaran warga, khususnya mereka yang sudah terlanjur mendirikan bangunan yang kebanyakan untuk usaha kuliner.
Dan, pascaeksekusi bangunan tersebut, siang harinya sejumlah perwakilan masyarakat Sindulang menemui Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut (GSVL) di kantor Walikota, Jl Balaikota Tikala. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat yang diwakili legislator Manado Raynaldo Heydemans, dan tokoh masyarakat Febro Takaendengan serta seorang pendeta dilakukan di ruang kerja Walikota.
Setelah pertemuan, Heydemans pun mengungkapkan hasil pertemuan dengan Walikota GSVL. Dimana Walikota dengan bijaksana akan mengizinkan para warga kembali berjualan, tentunya dengan mengikuti aturan. Namun, izin ini hanya berlaku bagi warga Kelurahan Sindulang I dan II. Warga yang memiliki usaha pun diminta segera memasukkan nama karena akan mendapat kompensasi dari Walikota Manado.
“Dengan segala usaha akhirnya negosiasi berakhir di meja Walikota Manado. Terima kasih kepada masyarakat yang masih tertib walau ada korban luka. Terima kasih kepada ibu pendeta dan teman-teman yang sudah berjuang. Terima kasih juga buat Pak Walikota. Dan dihimbau kepada masyarakat yang memiliki usaha agar memasukkan nama karena mendapat kompensasi dari Walikota Manado kios di Tugu Lilin Manado, dan batas pembongkaran sampai Selasa minggu depan. Mari kita kenalkan kampung Sindulang itu aman dan nyaman,” himbaunya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (KasatpolPP), Xaverius Runtuwene. Dikatakannya, Walikota memberikan kelonggaran bagi warga pelaku usaha kuliner di Boulevard II. "Tadi (kemarin, red) dalam pertemuan Pak Walikota memberikan waktu satu minggu agar warga membongkar sendiri bangunannya. Ini sebuah kebijakan dan solusi untuk menghindari persoalan," kata Runtewene.
Dia juga menjelaskan bahwa, tujuan dalam penertiban bangunan liar dan kumuh tersebut dimaksudkan untuk mengembalikan fungsi trotoar dan menjaga estetika kota. "Bukan hanya di Boulevard II yang akan ditertibkan. Tapi sepanjang Boulevard dari Bitung Karangria hingga Malalayang akan ditertibkan. Pemkot bermaksud mengembalikan fungsi trotoar untuk pejalan kaki dan menertibkan kawasan jalur hijau yang sudah tidak sesuai peruntukannya. Pemkot bermaksud menjaga estetika kota," tegasnya.(wan)
Bisa dibaca juga di SKH SWARA KITA Manado dan ePaper www.swarakita-manado.com edisi Rabu 1 Juni 2016.

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment