Berita Terbaru

Wednesday, June 8, 2016

Hasil sidak Satgas GEMPITA, Puskesmas Wenang kosong, dokter/pegawai abaikan pelayanan kesehatan
by donwu - 0

HASIL sidak Satgas GEMPITA, Rabu (8/6/2016) sore, Puskesmas induk Kecamatan Wenang di Kelurahan Teling Bawah kosong, tak ada satupun dokter dan pegawai/staf. Foto lain daftar hadir juga kosong tak diisi, yang ditemukan berada di atas meja.(foto: donny/sk)
MANADO, SMCOM—Disiplin pegawai yang dicanangkan Walikota DR GS Vicky Lumentut (GSVL) dan Wakil Walikota Mor Bastiaan SE beberapa hari terakhir ini masih saja diabaikan pegawainya. Bagaimana tidak, setelah sebelumnya banyak masalah disiplin aparatur sipil negara (ASN) yang ditemukan di beberapa instansi pemerintah di lingkungan Pemkot Manado, kini lebih parah lagi ditemukan Satgas GEMPITA (Gerakan Masyarakat Pintar dan Taat Aturan) Rabu (8/6/2016) di Puskesmas induk Kecamatan Wenang.
Saat Tim B Satgas GEMPITA melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Puskesmas yang berlokasi di Kelurahan Teling Bawah, tepatnya di samping kantor Lurah, sekitar Pukul 15.00 Wita ditemukan tidak ada satu pun dokter dan staf pegawai di kantor tersebut. Padahal, Puskesmas menjadi lokasi terdekat bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Sidak dilakukan siang kemarin sehabis istirahat makan siang. Tak hanya sampai di situ, daftar hadir yang ditemukan di meja pun terlihat kosong, tak ada satupun dokter dan pegawai yang mengisinya, sementara dalam daftar hadir sedikitnya ada 31 penghuninya sudah termasuk dokter dan pegawai.
Ini menjadi bukti kalau Puskesmas tersebut mengabaikan pelayanan publik, khususnya pelayanan kesehatan. Pasalnya, terlihat ada warga yang nampaknya akan melakukan pemeriksaan kesehatan tetapi kecewa karena tak ada orang di Pusksemas tersebut.
Dari penuturan sejumlah warga di lokasi, hampir setiap hari mereka mendapatkan kondisi Puskesmas itu kosong, khususnya usai istirahat makan siang. “Amper tiap hari bagini,” ujar warga kesal. Sumber bahkan mengakui, tak hanya siang hari kantor itu tak selalu ditinggalkan dokter dan pegawainya, tetapi terkadang masih pagi juga demikian. “Pagi lei kadang bagini (kantor kosong, red),” ungkap sumber.
Dengan kondisi ini pada akhirnya masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan, terpaksa harus mencari Puskesmas lain atau bahkan rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan. Apalagi lokasinya di pertengahan perkampungan warga. “Ini Puskesmas harusnya aktif 24 jam. Tapi di sini lain, pelayanan terabaikan. Sehingga banya warga yang harus cari Puskesmas lain atau malah langsung ke rumah sakit,” tandas sumber.
Koordinator Tim B Satgas GEMPITA Robert Dauhan SSTP MSi yang memimpin sidak mengatakan kalau temuan ini langsung dilaporkan ke Setkretariat Satgas GEMPITA untuk ditindaklanjuti. “Sesuai petunjuk pak Walikota dan pak Wakil Walikota, semua temuan langsung dilaporkan ke secretariat untuk dipelajari dan ditindaklanjuti. Hasil tindak lanjut seperti apa, itu menjadi urusan instansi terkait,” ujar Dauhan.(dsw)

Bisa juga dibaca di SKH SWARA KITA Manado dan ePaper www.swarakita-manado.com edisi Kamis 9 Juni 2016.
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment