Berita Terbaru

Wednesday, June 15, 2016

Edwin Lontoh Permainkan Pansus Zonasi Lindungi PT.MMP
by noberd losa - 0


MANADO,SM.COM - Sungguh memalukan apa yang dilakukan Edwin Lontoh ketua Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Zonasi, pada pembahasan Ranperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil antara Pansus dan kelompok kerja  (Pokja) pemerintah provinsi di DPRD Sulut, Selasa (14/6/2016) sore, terjadi perdebatan sengit antara Ketua Pansus Edwin Lontoh dan anggota pansus.

Beda pendapat antara anggota pansus dan Ketua Pansus Edwin Lontoh perihal pendirian pelabuhan Desa Libas di Pulau Bangka Minahasa Utara.

Dimana Anggota Pansus memilih pelabuhan di Libas menjadi pelabuhan pariwisata sementara Edwin Lontoh seakan mengarahkan pada pendirian pelabuhan khusus.

Namun niat Edwin Lontoh tersebut tercium seakan menyelamatkan keinginan perusahaan tambang PT.MMP mendirikan pelabuhan khusus, terbukti dengan pernyataan Lontoh yang menyatakan pelabuhan khusus di desa Libas telah direstui Menteri Kelautan lewat S.K resmi.

"Kita harus konsultasi dengan kementria, kami sebagai pimpinan tidak mau mengambil resiko karena takut melangkahi S.K Menteri soal pelabuhan di desa tersebut," kata Lontoh.

Aspirasi sebagian besar anggota Pansus soal pelabuhan khusus di wilayah pesisir Desa Libas di Pulau Bangka, Minahasa Utara, dirubah menjadi pelabuhan pariwisata yang ditawarkan kepada forum ditolak Edwin Lontoh sebagai pimpinan rapat.

“Saya minta Ketua (Edwin Lontoh,Red) konsisten. Mekanisme pengusulan pelabuhan khusus dirubah menjadi pelabuhan pariwisata dilemparkan kepada kami. Ketika sebagian besar anggota Pansus setuju justru pimpinan beralasan perlu konsultasi ke Kementerian. Mestinya diputuskan dulu baru konsultasi. Ketua Pansus tidak konsisten,” ketus Ivone Bentelu dengan nada tinggi.

Meskipun sebagian besar anggota Pansus menyetujui pendapat Bentelu namun Edwin Lontoh yang didampingi Sekretaris Pansus, Eddyson Masengi bersikeras keputusan merubah pelabuhan khusus menjadi pelabuhan pariwisata perlu dikonsultasikan ke Kementerian Perhubungan.

Hal menggelikan kemudian terjadi, setelah Dinas perhubungan Sulut membacakan isi S.K Kementrian kelautan soal ijin pendirian pelabuhan bagi PT.MMP di desa Kahuku bukan Desa Libas sontak membuat wajah Lontoh memerah.

Namun dengan lihainya Lontoh kemudian berkelit, gagal dengan rencana konsultasi dengan kementrian, Lontoh merubah keputusan dengan menunggu penjelasan dari Kepala Dinas Perhubungan dan menskors rapat pansus untuk dilanjutkan rabu (15/6/2016) hari ini.

Dengan kejadian ini, mulai terlihat siapa saja para wakil rakyat yang menunjukan keberpihakan terhadap dunia pariwisata Sulut dan anggota dewan yang berpihak kepada Bos-bos pertambangan.(Obe)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment