Berita Terbaru

Wednesday, June 1, 2016

Banyak pelajar Sitaro tak tahu sejarah lahirnya Pancasila
by donwu - 0

Selamat memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni.
SITARO, SMCOM—Hari ini 1 Juni 2016, bangsa Indonesia memperingati 71 tahun Hari Lahir Pancasila. Di Sitaro, ternyata banyak pelajar yang tidak mengetahui sejarah lahirnya Pancasila ini.
SwaraManado.com coba menanyakannya kepada sekitar 50-an pelajar SD, SMP, SMA/SMK mengenai sejarah lahirnya dasar negara itu. Hasilnya, hanya 2 orang pelajar yang tahu, sedangkan sebagian besar tidak tahu. Bahkan yang lainnya juga mengatakan bahwa 1 Juni itu Hari Kesaktian Pancasila.
Salah seorang guru yang tidak ingin namanya dipublikasikan, ketika dimintai keterangan, mengungkapkan dimana kemungkinan hal tersebut disebabkan oleh metode mengajar guru yang tidak pas sehingga murid tidak bisa mengingatnya. "Mungkin itu karena metode mengajar sehinga murid tidak bisa mengingat apa yang telah diajarkan. Kalo mengajar hanya cuma suruh murid mencat terus, murid nda mo mengarti. Beda kalo guru itu menerangkan atau bercerita mengenai sejarah, maka murid akan cepat mangarti dengan nda mo lupa," ujar seorang guru tersebut.
Akibat banyak pelajar yang tidak tahu sejarahnya, maka Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Kadispora) Sitaro Drs Robert Kahiking mengatakan, pihaknya kedepan aka nada program lomba teater dengan tema sejarah. "Nanti tahun depan kami akan coba bikin lomba drama antar sekolah, dengan latar belakang mengenai cerita sejarah-sejarah perjuangan bangsa Indonesia," ungkap Kahiking.
Diketahui, sejarah singkat lahirnya Pancasila adalah judul pidato yang disampaikan oleh Soekarno dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (bahasa Indonesia: "Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan"/BPUPK) pada tanggal 1 Juni 1945. Dalam pidato inilah konsep dan rumusan awal "Pancasila" pertama kali dikemukakan oleh Soekarno sebagai dasar negara Indonesia merdeka. Pidato ini pada awalnya disampaikan oleh Soekarno secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapat sebutan "Lahirnya Pancasila" oleh mantan Ketua BPUPK Dr Radjiman Wedyodiningrat dalam kata pengantar buku yang berisi pidato yang kemudian dibukukan oleh BPUPK tersebut.(ddk)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment