Berita Terbaru

Thursday, June 2, 2016

Andrei Angouw ingatkan profesionalitas Kemenristek
by noberd losa - 0




MANADO,SM.COM - Lembaga perwakilan rakyat Nyiur Melambai, DPRD Sulut minta kementrian riset dan teknologi (Kemenristek) lakukan pembenahan di Universitas Manado (Unima) berjalan sesuai aturan tidak dicampur adukan dengan kepentingan.

Pasalnya, DPRD Sulut mulai geram dengan situasi yang terkesan sengaja ditimbulkan, alhasil dapat mengorbankan kepentingan mahasiswa bahkan merusak citra pendidikan Sulut.

Dalam Rapat Dengar Pendapat yang digelar Komisi IV DPRD Sulut dengan Pelaksana harian (Plh) Rektor Unima Prof DR Jamal wiwoho Sh Mh pada Rabu (1/6/2016), ketua DPRD Sulut Andrei Angouw tegaskan agar proses pelantikan terhadap Rektor terpilih segera dilakukan sambil menunggu proses penyelesaian dari kemenristek.

"Kami tahu dalam pelaksanaan pemilihan rektor lalu, hak suara menteri diberikan kepada rektor yang kalah, jangan sampai kita berpikir bahwa ini karena intrik dibalik persoalan yang terjadi, disini tidak ada raja, kami harap irjen berjalan pada jalur," kata Angouw.

Angouw meminta agar Plh Rektor Unima bersikap profesional dengan berjalan pada koridor aturan yang berlaku.

"Jawaban plh rektor terkait belum dilantiknya rektor Unima terpilih bahwa ketentuan cuma mengatur sampai pemilihan, tidak mengatur mengintervennsi pelantikan. Logikanya dimana? kalau ngak akan dilantik, kenapa bikin pemilihan?," tegas Angouw.

Angouw menyesalkan sikap Kemenristek yang terkesan lepas tanggung jawab selama beberapa tahun terkahir terhadap persoalan yang terjadi di Unima.

"Persoalan kelas jauh dan kelas ilegal dilaporkan berjalan sejak lama, dimana Irjen saat itu, kenapa baru sekarang berniat turun?,"kata Angouw.

Penegasan serupa juga dilontarkan oleh ketua Komisi IV James Karinda bahwa akibat pertarungan kepentingan sampai mengorbakan pendidikan Sulut.

"Jangan ada klan keluarga di Unima, perlu ada pembaruan kepemimpinan agar penyegaran organisasi tetap terjaga," kata Karinda.

Demikian pula denga penegasan yang disampaikan oleh anggota Komisi IV Herry Tombeng yang mempertanyakan sikap kemenristek terkesan penuh dengan kepentingan.

"Kalau jadi wasit yah wasit saja, jangan ikut bertanding cukup menjadi pengadil saja, daerah kita punya demokrasi tinggi, jangan memaksakan dengan kepentingan, kalau ada indikasi masalah hukum tempuh jalur yang ada, tapi jangan buat kekosongan kepemimpinan di Unima," tandas Tombeng.(Obe)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment