Berita Terbaru

Wednesday, May 4, 2016

Rolling pejabat Manado dinilai cacat hukum, ROR disebut "lecehkan" Mendagri
by Unknown - 0

Didi Sjafii dan Royke Roring.
MANADO, SMCOM—Selama kurang lebih lima bulan Ir Royke O Roring (ROR) menjabat Walikota Manado, sudah tiga kali dirinya melakukan roling pejabat di Pemkot Manado. Roring pun dinilai bisa masuk buku MURI (Museum Rekor Indonesia) atau bahkan Guinness World Record. Apalagi dikabarkan pula bahwa Rabu (4/5/2016) besok masih ada upaya roling terakhir yang akan dilakukanya. Namun rupanya, dua agenda roling yang terakhir dilakukannya dinilai cacat hukum.
Pasalnya, menurut pengamat pemerintahan dan politik Drs Didi Sjafii, secara de jure Surat Keputusan (SK) pengangkatan Walikota dan Wakil Walikota terpilih periode 2016-2021 sudah ditandatangani dan diterbitkan Mendagri Tjahjo Kumolo pada 5 April 2016 lalu. “Jadi roling itu, apalagi yang dilakukan pasca 5 April 2016, cacat hukum. Kan sudah jelas sejak 5 April sudah ada SK dari Mendagri, yang tinggal menunggu pelantikan saja secara seremonial. Ada yang bilang, kan Walikota terpilih belum dilantik. Kita pakai logika terbalik, jadi boleh lantik dulu baru SK keluar? Jadi ROR juga telah melecehkan SK Mendagri,” ujar Sjafii kepada wartawan di komplek Balaikota Tikala, Selasa (3/5/2016) sore.
Legislator Manado tiga periode ini juga menilai, sebelum Roring menjadi Penjabat Walikota Manado, memang sudah ada niat untuk melakukan roling pejabat, karena terinformasi bahwa agenda pertama yang dilakukannya adalah meminta rekomendasi Mendagri supaya diizinkan menggelar roling. “Saat Pak Roring menjabat Walikota Manado, katanya sudah melakukan konsultasi ke Mendagri soal rolling. Nah, beliau salah kaprah. Yang dimaksudkan diizinkan roling adalah, untuk mengisi jabatan yang antara lain kosong, pejabatnya meninggal, atau pensiun. Pertanyaannya, roling yang sudah dilakukannya atas dasar parameter apa,” tukas Sjafii.
Imbasnya, lanjut Sekretaris DPD II Partai Golkar ini, kinerja pemerintahan menjadi amburadul karena para pejabat tidak fokus lagi dalam bekerja karena dibayang-bayangi isu roling. “Kita sudah bisa lihat sendiri kan bagaimana pemerintahan Manado di masa ransisi ini. Para pejabat tidak fokus kerja karena terus dibayangi roling. Belum lagi ada yang sibuk lobi-lobi supaya dapat jabatan dan lain sebagainya,” ujar Sjafii.(dsw)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment