Berita Terbaru

Wednesday, May 25, 2016

Ribut saat sosialisasi visi misi, Walikota GSVL tegur para Lurah
by donwu - 0

Saat Walikota GS Vicky Lumentut menjawab pertanyaan dan pernyataan peserta diskusi Kamis (25/5/2016), sejumlah oknum Lurah malah sibuk ngobrol di bagian belakang.
MANADO, SMCOM—Tingkat disiplin sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di Manado nampaknya perlu di-upgrade. Bagaimana tidak, di saat Walikota DR GS Vicky Lumentut (GSVL) dan Wakil Walikota Mor Bastiaan SE melakukan sosialisasi dan open discussion visi misi mereka selama lima tahun kedepan di Aula Serbaguna Kantor Walikota, Rabu (25/5/2016) sore, sejumlah oknum Lurah malah ribut, tertawa dan sibuk dengan handphone (HP)-nya masing-masing.
Sontak saja perilaku tersebut membuat Walikota GSVL menegur para oknum Lurah tersebut yang duduk bagian belakang. Padahal Walikota sementara menjawab dan menanggapi pertanyaan dan pernyataan yang disampaikan para peserta diskusi dalam acara sosialisasi tersebut. “Dapa dengar Lurah-Lurah ribut ba cirita. Kalo so capek, silahkan kaluar dan main di luar,” sindir Walikota GSVL, yang membuat para oknum Lurah tersebut terdiam. Hanya saja yang lainnya, kendati sudah ditegur Walikota namun masih tetap melanjutkan percakapan dengan sesama Lurah lainnya namun dengan berbisik.
Pengamat politik dan pemerintahan Sulut Taufik Tumbelaka SIP mengatakan, tindakan yang dilakukan para oknum Lurah di saat Walikota dan Wawali sedang mensosialisasikan visi misi, merupakan tindakan yang tidak pantas. “Kalau mereka ribut dan sibuk ngobrol di belakang, berarti mereka tidak mendengar apa yang Walikota dan Wawali sampaikan. Nah, dnegan demikian mereka tidak bisa menterjemahkan apa visi misi itu kepada masyarakat. sementara Lurah merupakan perpanjangan tangan Walikota dan Wawali di Kelurahan,” ujar Tumbelaka.
Untuk itu, dirinya menyarankan agar Walikota dan Wawali melakukan evaluasi apakah para Lurah tersebut paham dan mengerti dengan visi misi tersebut. “Zona nyaman yang selama ini berlaku bagi sejumlah Lurah harus dievaluasi. Mereka harus keluar dari zona itu, karena Walikota dan Wawali diibaratkan tancap gas memulai tugas mereka ini. Disiplin ASN di Pemkot Manado harus kembali digenjot. Kasihan kalau visi misi dan program Walikota dan Wawali bagus, namun tidak bisa diterjemahkan oleh sejumlah Lurah,” tandas Tumbelaka.(dsw)

Selengkapnya bisa dibaca di SKH SWARA KITA Manado dan ePaper www.swarakita-manado.com edisi Kamis 26 Mei 2016.

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment