Berita Terbaru

Sunday, May 1, 2016

Remaja GMIM perang terhadap narkoba!
by donwu - 0

Ketua Komisi Pelayanan Remaja Sinode GMIM Pnt Moody Rondonuwu.
MANADO, SMCOM—Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas,pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela.
Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.
Namun ada upaya dari Remaja GMIM yang siap bersinergis dengan Badan Narkotika Nasioanl (BNN) Sulut untuk menyukseskan program Stop Narkoba. “GMIM sebagai gereja terbesar di Sulut, didalamnya terdapat sekitar 80 ribuan usia remaja. Termasuk lintas gereja/agama, budaya dalam koordinasi pihak BNN untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya Narkoba,” ujar Ketua Komisi Pelayanan Remaja Sinode (KPRS) GMIM Pnt Ir Moody Rondonuwu MT, dalam Rapat Kordinasi (Rakor) pimpinan organisasi gereja dan penggiat anti-Narkoba dengan Kepala BNN Sulut Kombes Pol Sumirat MSi, pekan lalu.
Dikatakannya, kunci memberantas Narkoba membangun sinergitas dengan semua pihak. “Narkoba musuh kita, tugas bersama menyatakan perang terhadap narkoba dan membuat action plan bersama umenyelamatkan generasi muda,” kata Rondonuwu. Dikatakan pula, KPRS GMIM juga memberikan masukan positif bagaimana menjadikan komponen masyarakat sebagai ujung tombak pemberantasan Narkoba. “Sebagai tindaklanjut konkrit pihak BNN dan KPRS akan bekerja sama dan bersinergis mulai dari sosialisasi, kampanye bahaya narkoba, pencegahan dan rehabilitasi,” tukas Rondonuwu.
Narkoba adalah isu yang kritis dan rumit yang tidak bisa diselesaikan oleh hanya satu pihak saja. Karena narkoba bukan hanya masalah individu namun masalah semua orang. Mencari solusi yang tepat merupakan sebuah pekerjaan besar yang melibatkan dan memobilisasi semua pihak baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas lokal. Adalah sangat penting untuk bekerja bersama dalam rangka melindungi anak dari bahaya narkoba dan memberikan alternatif aktivitas yang bermanfaat seiring dengan menjelaskan kepada anak-anak tentang bahaya narkoba dan konsekuensi negatif yang akan mereka terima.(dsw)

Baca juga di SKH SWARA KITA Manado dan ePaper www.swarakita-manado.com edisi Senin 2 Mei 2016.

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment