Berita Terbaru

Wednesday, May 25, 2016

Pemadaman listrik kembali terjadi, warga marah, pelayanan publik terganggu
by donwu - 0

Ilustrasi.
MANADO, SMCOM—Warga Manado dan sekitarnya kembali dibuat gerah dengan pemadaman listrik yang dilakukan PT PLN, Rabu (25/5/2016) hari ini. Bagaimana tidak, pemadaman listrik selama berjam-jam membuat aktifitas masyarakat menjadi terganggu. Pelayanan publik juga, baik di perkantoran pemerintah, bank, maupun pusat perekonomian jadi terganggu. Ulah PLN ini kembali memicu kemarahan warga. Padahal PLN menjanjikan tak ada lagi pemadaman karena kapal pembangkit listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) Karadeniz Zeynep Sultan yang berkapasitas 120 Mega Watt (MW) di Teluk Amurang Minsel telah beroperasi.
“Torang cuma mo tanya kyapa mati lampu kong lama bagini dang? Kalo pelanggan boleh mo ba dapa denda, mar boleh kalo mo kase tapala pa dorang (PLN)???? Jaman dulu ada pemberitahuan kalo mo mati lampu mar jaman gadget rupa skarang nda ada kase tau sama skali... canggih pelayanan dulu ato jadul pikiran pimpinan PLN skarang?,” kesal Andry Lengkey, warga Karombasan Utara yang dituangkannya di media sosial Facebook.
Adapun Ormas adat Maesa'an Tou Malesung, Meiyer Tanod mempertanyakan kembali kinerja GM PT PLN Suluttenggo Baringin Nababan, yang berulangkali menjanjikan tidak akan ada lagi pemadaman listrik, seiring hadirnya kapal tenaga listrik milik Turki yang sandar di Teluk Amurang. “Apa kabar GM PLN Baringin Nababan? Lampu padam sampai berjam-jam di Manado, Minahasa dan sekitarnya. Inikah kinerja profesional perusahaan milik negara yang saudara pimpin di daerah ini? Dan apakah sudah tidak ada lagi putra daerah yang miliki kemampuan sebagai pimpinan PLN di sini (Sulut, red)?,” tanya Tanod.
Dikatakan mantan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulut ini, listrik padam berjam-jam mengindikasikan tidak ada langkah antisipasi kemungkinan kerusakan, gangguan terhadap peralatan. “Kemungkinan atau diduga so bole ganti karena telah kadaluarsa tahun pemakaian, dibiarkan dulu nanti rusak baru diupayakan penggantian. Ato berupaya beking dulu dengan dugaan modifikasi biar bole pake ulang. Ato juga dugaan terhadap penggunaan alat yang tidak sesuai spesifiksi dalam pengadaan. Waktu lalu saudara sudah berjanji tidak ada lagi pemadaman listrik lebih dari dua jam. Sekarang siapa yang menanggung kerugian pelanggan listrik akibat pemadaman ini. Semoga ini kembali menjadi catatan kelamnya perlistrikan di torang pe daerah,” tandas Tanod.
Sejumlah pegawai di kantor pemerintahan juga mengeluh karena kinerja dan pelayanan mereka kepada masyarakat iktu terganggu karena pemadaman listrik ini. “Di kantor ini, ususan surat-menyurat dan administrasi sudah menggunakan komputer. Nah sekarang listrik padam, tak banyak yang bisa kami lakukan. Imbasnya pelayanan masyarakat terganggu,” ujar sejumlah pegawai Kelurahan di Manado.(dsw)

Selengkapnya bisa dibaca di SKH SWARA KITA Manado dan ePaper www.swarakita-manado.com edisi Kamis 26 Mei 2016.

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment