Berita Terbaru

Tuesday, May 24, 2016

Lomba diharapkan picu pelestarikan peninggalan seni dan budaya Sitaro
by donwu - 0

Tari Ganding Salo yang dimainkan pelajar di Sitaro, Selasa (24/5/2016) siang.
SITARO, SMCOM—Untuk menggali dan melestarikan peninggalan seni dan budaya para leluhur di Kabupaten Sitaro, maka Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) pada Selasa (24/5/2016) siang tadi menggelar lomba parade seni dan budaya. Lomba masih dalam rangka HUT ke-9 Sitaro ini digelar di Kecamatan Siau Timur (Sitim) dengan rute start dari jalan Boulevard dan finis di lapangan Akesimbeka ini diikuti 24 grup yang terdiri dari pelajar SD, SMP, SMA, dan kategori umum.
Beberapa penari cilik dari SDN Dompase, seperti Aglen Putra Laheba, Icandri Madonso, Frendi Madonso dan rekan-rekan, yang membawakan tari Ganding Salo atau Tari Perang, berharap kiranya pemerintah serius memperhatikan mereka sebagai generasi penerus kebudayaan. Mereka berharap tarian yang mereka dalami dan tekuni dapat mereka pentaskan di mata dunia agar dikenal masyarakat luas. "Torang rindu mo pentas torang pe tari ini di Bali supaya boleh dikenal di mata dunia," ungkap mereka.
Adapun Kadisbudpar Sitaro SW Katiandagho di sela menyaksikan lomba mengatakan, pihaknya akan mengupayakan agar tarian yang di miliki Sitaro dapat dipentaskan di Bali. "Nanti tetap torang akan upayakan agar tari-tarian yang kita miliki ini bisa di pentaskan di Bali agar bisa diketahui oleh masyarakat luas," ungkap Katiandagho kepada SwaraManado.Com.
Sementara itu Asisten I Pemkab Sitaro Drs R Areros berharap kiranya para peserta yang belum sempat berpartisipasi dalam kegiatan ini, agar pada waktu yang akan datang bisa bersama dalam memeriahkan. "Saya berharap bagi yang belum berkesempatan pada saat ini dalam meramaikan hari ulang tahun daerah Kabupaten Sitaro, kiranya dapat bersama-sama pada tahun yang akan datang," pinta Areros.(ddk)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment