Berita Terbaru

Sunday, May 22, 2016

Habis "sikut" teman, Felly Runtuwene kini "Boikot" BUMD regulasi majukan ekonomi warga sulut
by noberd losa - 0


MANADO,SM.COM - Kejamnya ibu tiri lebih kejam politik ternyata masih saja terjadi di masa kini, seperti halnya yang dilakukan oleh anggota DPRD Sulut Felly Runtuwene.

Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang menjadi salah satu Ranperda inisiatif DPRD Sulut di Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2016 ini dan sejak awal pembentukan Panitia Khusus (Pansus) BUMD bulan lalu, Felly Runtuwene telah membuat beberapa sensasi.

Mulai dari menyikut Noldy Lamalo anggota fraksinya dari BUMD dan kini setelah kerja Pansus BUMD masuk tahap akhir, Felly Runtuwene yang juga wakil ketua Pansus tersebut malah membuat pernyataan memalukan.

Tak pernah hadir dalam pembahasan draft Ranperda BUMD, Felly Runtuwene malah bersuara sumbang mulai dari draft ciplakan alias copy paste sampai janjikan galang fraksi lain "memboikot" hasil pansus.

Beberapa tindakan yang akan dilakukan politikus cantik yang gagal di pemilihan bupati Minahasa Selatan beberapa tahun silam adalah menggalang kekuatan politik bersama fraksi lain yang berada dalam pansus BUMD "boikot" draft ranperda yang ada.

“Siapa bilang ini sudah selesai. Mereka kan masih akan membahasnya lagi. Kalau menurut saya adalah lebih baik jika kita mulai dari awal tapi akhirnya bagus. Daripada terlalu cepat sementara kualitasnya tidak baik, kami bersama fraksi lain akan geledah draft pansus ini,” tegas Runtuwene.

Runtuwene dengan tegas menyebut hasil final pembahasan draft ranperda BUMD ini adalah hasil ciplakan dari provinsi lain.

"Draft ini harus dilakukan pembahasan dari awal, jangan hanya kopian, saya tidak ingin mengejar waktu tapi kwalitas tidak ada,lebih baik sakit didepan daripada malu dibelakang," tegas Runtuwene.

Selain itu, ia mengatakan salah satu anggota fraksinya didalam pansus tersebut Denny Sumolang telah melapor akan mencabut diri dari pansus.

"Alasan pengunduran diri Denny Sumolang tak dapat saya sampaikan sekarang, biar dia (Denny Sumolang,red) yang menyampaikan langsung," tandas Runtuwene sembari menambahkan bahwa pembahasan Ranperda BUMD belum rampung alias belum selesai.

Ketua Pansus BUMD Teddy Kumaat menanggapi dingin soal ini, karena tidak ingin memperlakukan sesama rekannya.

"Tahapan dari awal sudah dilakukan sesuai aturan, dan Felly Runtuwene selaku ketua fraksi sudahengetahui danenyetujui semua tahapan dan dalam pembahasan pansus, Felly Runtuwene adalah pimpinan juga, herannya Felly tidak mau mengambil waktu menyampaikan semua ini diforum resmi," ungkap Kumaat.

Pengamat politik pemerintahan Sulut Freddy Ratumbanua menilai apa yang dilakukan oleh Teddy Kumaat Cs sudah tepat karena ranperda ini memang dibutuhkan sulut saat ini.

"Tanpa maksud mencampuri dan menghakimi, saya kira apa yang dilakukan Felly Runtuwene harus dipertimbangkan lagi, dewasalah dalam berpolitik," kata Ratumbanua.

Menurut Ratumbanua, program yang baik tak mengapa diadopsi ke daerah kita selama program tersebut memang cocok dengan Nyiur Melambai.(Obe)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment