Berita Terbaru

Tuesday, May 31, 2016

Dukung program ODSK, Bank Sulut Go dorong bisnis ekonomi kreatif
by noberd losa - 0

Dirut Bank Sulut Go, James Salibana


MANADO,SM.COM - Program pemerintahan gubernur Olly Dondokambey (OD) - wakil gubernur Steven Kandouw (SK) mengentaskan kemiskinan dengan membuka lapangan pekerjaan lewat Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) disuport Bank Sulut Go (BSG) lewat program pengembangan ekonomi kreatif.

Menurut Direktur Utama (Dirut) BSG James Salibana, pengembangan ekonomi kreatif di Nyiur Melambai sudah saatnya disuport dan dikembangkan sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan yang besar dan peningkatan kesejahtraan masyarakat.

"Sesuai dengan arahan dan petunjuk gubernur dan wagub, kami memberikan peluang besar terhadap pembiayaan bisnis kreatif  khususnya yang ada di Sulawesi Utara bisa bertumbuh dan berkembang. Kalau sudah berkembang disitulah perbankan akan terlibat dalam pembiayaan bisnis-bisnis kreatif ini," ungkap Salibana.

Lanjut kata Salibana, BSG yang mengusung tag line "Torang pe Bank" akan memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan ekonomi daerah menuju Sulut Hebat karena itu Salibana berharap ide kreatif pemuda Sulut untuk diasah.

"Bagaimana binis kreatif  ini bisa dibiayai perbankan kalau generasi muda kita belum melakukan usahanya. Oleh karena itu semakin banyak  anak-anak muda membuat bisnis kreatif akan semakin besar peluang Bank untuk membiayai," ungkap putra kepulauan ini.

Langkah jitu Salibana ternyata ditanggapi positif dan disuport oleh ketua Fraksi PDI-P DPRD Sulut Teddy Kumaat.

Anggota komisi 2 DPRD Sulut Teddy Kumaat apresiasi Direksi Bank SulutGo berani mengambil resiko untuk masuk dalam pembiayaan sector rill terutama dalam penyaluran dana pinjaman pada sektor ekonomi kreatif di Sulut.

Menurur Kumaat, kebijakan yang diambil Salibana Cs adalah terobosan baru dalam membina para wirausaha  yang bergerak di bidang sektor ekonomi  kreatif  dalam hal penyaluran pinjaman modal.

“Selama ini dari hasil audit portofolio kredit Bank SulutGo,  90 persen masih merupakan kredit konsumtif. Ini dari tahun ke tahun kami sudah ingatkan. Bank SulutGo harus berani mengambil resiko masuk ke sektor rill, karena bank tersebut adalah milik daerah yang punya visi bukan semata-mata provit, tetapi harus menjadi penggerak ekonomi di Sulut terutama sektor rill dan salah satu bagiannya yakni ekonomi kreatif, tegas Kumaat yang juga ketua Fraksi PDIP ini.

Lebih lanjut Kumaat mengatakan, situasi ekonomi yang slow down saat ini terlebih  ada rencana pemerintah melakukan  pengurangan PNS secara besar-besaran, secara otomatis masyarakat  akan  berpikir kreatif untuk menjadi wirausaha yang  tentunya butuh modal usaha.

“Hasil penelitian Bank dunia,  ternyata  negara-negara maju di dunia, minimal pengusahanya  atau wiraswasta berjumlah 2.5 persen dari jumlah penduduk. Singapura saat ini telah mencapai angka  7.5 persen. Kita sendiri di Indonesia belum mencapai setengah persen. Untuk menunjang  bertumbuhnya wirausaha di daerah ini adalah perlu adanya  keterlibatan pihak perbankan. “ tambahnya.

Meski demikian menurut Teddy diperlukan keterlibatan pemerintah  dalam hal memberikan pendidikan keterampilan kepada masyarakat, terkait pengetahuan wirausaha,  terlebih bagi  anak-anak muda.

“Peran pemerintah untuk memberikan pendidikan dan keterampilan wirausaha  sangat penting untuk melatih masyarakat menguasai sektor rill yang berbasis ekonomi kreatif. Dengan begitu apabila masyarakat sudah memiliki keterampilan sesuai minat dan bakat mereka,  tentunya juga diikuti dengan adanya dukungan modal berupa pinjaman  dari bank. “ tandas Kumaat.(Obe)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment