Berita Terbaru

Monday, May 9, 2016

Dondokambey : Pemerkosaan bukan adat masyarakat Sulut
by noberd losa - 0

Gubernur Olly Dondokambey

MANADO,SM.COM - Kasus pemerkosaan marak terjadi, bahkan ternyata sudah merong-rong Sulawesi Utara yang kini dihebohkan dengan pemerkosaan yang dilakukan oleh 15 orang terhadap seorang wanita, dan ini mengharuskan Gubernur Olly Dondokambey memberikan perhatian ekstra.

Meskipun terdengar geli, namun  Dondokambey, pertegas bahwa kejahatan pemerkosaan bukan adat masyarakat Sulawesi Utara. Kasus itu terjadi karena sudah dipengaruhi narkoba.

“Saya percaya kejahatan pemerkosaan bukan adat masyarakat Sulut. Tugas kita memberantas obat-obat terlarang,” jelas Dondokambey kepada wartawan usai rapat paripurna di DPRD Sulut, Senin (9/5/2016) sore.

Dondokambey menyarankan orang tua meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anak perempuan agar tidak mudah terpengaruh pada ajakan orang lain.

“Saya gubernur mengingatkan kepada perempuan-perempuan kalau keluar rumah jangan sendiri, paling tidak bersama pacar supaya lebih aman,” tukas Dondokambey.

Sementara itu, salah satu srikandi legislator Sulut Netty Pantow mengutuk keras pelaku kejahatan pemerkosaan yang menjadi momok menakutkan bagi kaum perempuan.

“Sebagai perempuan di lembaga DPRD kami mendorong agar kepada para pelaku pemerkosa dihukum seberat-beratnya,” kata Pantow.

Bahkan dengan tegas dikatakan Pantow, jika perlu Perppu yang diinginkan banyak kalangan dapat dikeluarkan untuk mengatur agar para pelaku diberikan hukuman setimpal.

“Jika perlu dihukum mati karena telah melakukan pembunuhan secara halus, merusak mental dan karakter anak-anak bangsa. Mendorong pihak kepolisian daerah mengusut tuntas kasus-kasus pemerkosaan,” tandas Pantow.(Obe)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment