Berita Terbaru

Wednesday, May 25, 2016

Dilema, 150 eks pasien Ratumbuysang ditolak keluarga bebani APBD Sulut
by noberd losa - 0

Dr.Juni Tampemawa,Direktur R.S Ratumbuysang

MANADO,SM.COM - Memiriskan apa yang kini sedang dialami sedikitnya 150 eks pasien gangguan mental, setelah berhasil sembuh kini mereka harus berjuang sendiri bagai yatim karena ditolak keluarga.

Direktur R.S Ratumbuysang Sario Dr.Juni Tampemawa saat rapat koordinasi dengan Komisi IV DPRD Sulut pada Rabu (25/5/2016) melaporkan dilema yang kini dihadapinya.

"150 eks pasien gangguan mental sudah sembuh, namun sayangnya saat dipulangkan ditolak pihak keluarga dan akhirnya kehidupan eks pasien ini harus ditanggung penuh pihak Ratumbuysang," ungkap Tampemawa.

Tampemawa meminta agar ada pertimbangan Komisi IV mempertimbangkan agar 150 eks pasien gangguan mental ini dipindahkan ke Dinas Sosial agar bisa diberikan pelatihan ketrampilan yang dapat jadi modal hidup mereka sehingga mengurangi beban APBD Sulut.

"Saat ini untuk membiayai kelangsungan hidup eks pasien gangguan mental, khusus untuk makan minum pihak Ratumbuysang harus mengeluarkan biaya sedikitnya Rp200 juta per bulan," kata Tampemawa.

Jika dikalkulasikan, khusus pembiayaan makan minum 150 eks pasien gangguan mental, pihak R.S Ratumbuysang Sario harus mengeluarkan anggaran sedikitnya Rp2,1 Miliar pertahun.(Obe)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment