Berita Terbaru

Wednesday, May 4, 2016

Cegah kasus kematian akibat DBD tak bertambah, Pemkab Sitaro gelar fogging
by Unknown - 0

Ilustrasi fogging.
SITARO, SMCOM-Menyikapi bahayanya penyakit demam berdarah deangue (DBD) yang akhir-akhir ini sudah meresahkan warga Kabupaten Kepulauan Sitaro, khususnya warga Kelurahan Bahu, maka Dinas Kesehatan Pemkab Sitaro, Rabu (4/5/2016) pagi tadi bersama warga Bahu mengadakan fogging dan bersih-bersih bersama di kelurahan tersebut.
Hal tersebut, menurut Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Sitaro, dr Riam Papalapu MKes,  untuk membasmi tempat-tempat yang berpotensi bekembang biakanya nyamuk penyebab demam berdarah. Kepada SwaraManado.com, Papalapu menjelaskan dimana dalam hal mengatasi kasus DBD harus ada kerjasama atau peran serta aktif dari masyarakat dalam menjaga kebersihan, bukan hanya dari pihak pemerintah saja.
"Ini intinya, dalam kasus ini peran serta dari masyarakat sangat penting dalam menjaga kebersihan. Kalau fogging itu sebenarnya tidak bagus kalau sering dilakukan karena itu bahaya. Itu kan racun yang disemprot. Lebih aman coba masyarakat lakukan itu program tiga M plus. Kalau masyarakat sudah lakukan ini pasti tidak akan ada kasus seperti ini. Jadi kita minta masyarakat harus aktif berperan  serta di lingkungan masing-masing," ujar Papalapu.
Sementara itu, berkaitan dengan kasus meninggalnnya seorang anak yang merupakan warga Kelurahan Bahu akibat mengidap DBD, Lurah Okswald Makagiansar SH mengatakan bahwa justru kasus kematian akibat DBD tersebut sudah yang kedua kalinya. "Ini so yang kedua kali warga di sini meninggal karena DBD," ungkapnya.
Makagiansar juga berujar, untuk mengatasi agar tidak jatuh korban lagi, pihaknya berencana akan membuat program bersih-bersih lingkungan setiap hari Jumat. Dan ia juga akan mengadakan penertiban terhadap kandang-kandang hewan yang tidak terrawat kebersihanya di kelurahanya. "Bersih-bersih lingkungan itu sangat penting. Dan saya juga berencana akan mengadakan penertiban untuk kandang-kandang hewan yang tidak terawat kebersihanya. Kalo so nimbole atasi itu kandang torang bongkar," tegasnya.
Ditambahkannya, dalam tahun 2015 ada 5 warga yang terjangkit DBD, 1 meninggal, yang lain sembuh. Dan tahun 2016 ini ada saru warga meninggal yakni adik Juliando Tampilang.(ddk)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment