Berita Terbaru

Monday, May 2, 2016

Bebas dari Abu Sayyaf, keluarga tak sabar bertemu Alfian Repi
by donwu - 0

SEPULUH WNI saat di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (2/5/2016) siang.(foto: ist)
MINUT—Keluarga Alfian Repi tak bisa disembunyikan kegembiraan mereka dan tak sabar bertemu Alfian yang telah bebas dari kelompok separatis Abu Sayyaf. 10 ABK Brahma 12 yang disandera telah tiba di Jakarta melalui Lanud Halim Perdanakusuma, Minggu (1/5/2016) malam pukul 23.30 WIB. Para sandera langsung dibawa ke RSPAD Gatot Subroto untuk pengecekan kesehatan.
Agustin Pilohima, ibunda Alfian, meminta aparat pemerintah untuk mempercepat kepulangan anakknya dan para sandera lainnya. "Sebagai orang tua, kami sangat berharap anak saya pulang dengan selamat," kata Agustin di rumahnya di Desa Kauditan, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minut.
Adapun Youla Lasut, keluarga Alfian di Jakarta, terlihat gembira saat keluar dari pintu utama kediamannya, di Jalan Swasembada Barat 17 nomor 25, RT 03/03 Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dia tersenyum dan mempersilakan masuk awak media yang sudah menunggu ingin mewawancarainya. Saat masuk, telihat kerabat dan keluarga Alfian melompat kegirangan saat menyaksikan pemberitaan di televisi terkait pembebasan 10 ABK dari tangan Abu Sayyaf.
Mereka berteriak kegirangan, bahkan menitikkan air mata menyiratkan kebahagian yang mendalam. "Iya, suami aku bebas! Suami aku bebas mbak, Mas. Bebas!" ucap Youla kegirangan di ruang tamu kediamannya. Terlihat beberapa keluarga pun senang di garasi tempat mobil sedan hitam bernopol B231VIS terparkir. Menurut Youla, dia bersyukur kepada Tuhan lantaran diberikan informasi bahagian dari perusahaan tempat Alvian bekerja. "Pihak perusahaan berikan informasi itu sekitar jam 3 atau 4 sore tadi ke tante saya. Ceritanya Opa dari papanya Alvian yang ada di Dubes Filipina dapat informasi dari perusahaan tempat Alvian bekerja," ujarnya.
"Nah, Opa langsung informasikan ke tante Alvian yang ada di Manado. Tante Alvian ngasih tahu sayalah. Itupun pas Tante nelepon bersamaan pihak perusahaan Alvian telepon saya. Berbarengan pokoknya," ujar Youla kegirangan. "Pokoknya tahu informasi ada 10 ABK bebas, itu dari tante saya dulu, baru perusahaan tempat Alvian kerja. Perusahaan menyatakan, 'Selamat ya Bu, mereka semua (10 ABK) sudah bebas. Selamat Bu'. Itu saya girangnya bukan main. Ini kekuatan doa kita bersama," kata Youla.(boy/kom)

Selengkapnya baca SKH SWARA KITA Manado dan ePaper www.swarakita-manado.com edisi Selasa 3 Mei 2016.

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment