Berita Terbaru

Wednesday, April 6, 2016

SKPD Penjilat lakukan program ABS, Bahayakan OD-SK
by noberd losa - 0

Pembahasan Pergeseran Anggaran 2016
TAPD bersama Banggar DPRD Sulut


MANADO,SM.COM - Program kerja Asal Bapak Senang (ABS) masih saja dilakukan oleh pimpinan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dan ini terbukti lewat penataan anggaran di pergeseran anggaran APBD tahun 2016.

Dalam pembahasan yang dilakukan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Sulut bersama Badan Anggaran (Baggar) DPRD pada selasa (5/4/2016) yang berlangsung alot, para anggota Banggar mengkritisi usulan pergeseran anggaran oleh 30 SKPD.

Seperti halnya yang diungkapkan oleh anggota Banggat James Karinda yang menyesalkan ketidak mampuan kepala SKPD memperhartikan kesederhanaan gubernur Olly Dondokambey (OD) - wakil gubernur Steven Kandouw (SK) yang terkesan menyusun anggaran untuk menyenangkan hati saja.

"Ini anggaran yang diusulkan semua rata-rata pada perbaikan gedung dan program yang tidak menunjukan keberpihakan kepada masyarakat, kalau begini terus membahayakan pemerintahan OD-SK," kata Karinda.

Karinda kritisi kebijakan anggaran yamg dilakukan oleh pemprov sulut diantaranya renovasi gedung rumah dinas gubernur dan wagub menelan biaya puluhan miliar.

"Gubernur Olly Dondokambey pasti tidak menginginkan penganggaran seperti ini, yang harusnya penataan anggaran pergeseran itu bersifat mendesak," ungkap Karinda.

Penegasan serupa juga disampaikan oleh wakil ketua DPRD sulut Stevanus Vreeke Runtu (SVR) yag bahkan menegaskan pergeseran yamg diusulkan sudah tidak masuk akal lagi.

"Ini pergeseran anggaran sampai 30 SKPD, sudah bukan pergeseran lagi tapi perubahan anggaran, saya menyatakan ini ilegal dan saya tidak ingin bertanggung jawab jika dikemudian terjadi hal yangbtidak diinginkan," ungkap SVR berulang kali.

Demikian pula dengan wakil ketua Marthen Manoppo menginginkan pergeseran lebih pada asas manfaat.

"Harusnya pergeseran dirasakan langsung masyarakat, bukannya kegiatan yang tak bermanfaat," kata Manoppo.

Dicontohkannya program Dinas Pendidikan memberikan bea siswa ke cina yang dirasa belum saatnya dilakukan.

"Ada asrama mahasiswa diluar daerah bagi S2 dan S3, mereka lebih butuh karena asrama tersebut kini sudah tidak layak ditempati dan sangat miris, hal-hal seperti itu yang harusnya dilakukan," tukas Manoppo.(Obe)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment