Berita Terbaru

Saturday, April 30, 2016

Mahasiswa Sulut di Yogyakarta tinggal di asrama yang sebentar lagi roboh
by Unknown - 0

Asrama Mahasiswa Sam Ratulangi 1 di Kota Yogyakarta.
YOGYAKARTA, SMCOM—Ratusan mahasiswa asal Sulut tengah menimba ilmu di Yogyakarta. Pasalnya asrama tempat mereka tinggal yakni di Asrama Mahasiswa Sam Ratulangi 1 yang berlokasi di Jl Taman Siswa Nomor 15, Kota Yogyakarta, Provinsi DIY tinggal menunggu roboh. Ya, sangat memprihatinan.
Tempat tinggal para generasi terpelajar tersebut jauh dari kata bagus. Pasalnya, kondisi asrama kini sudah sangat memprihatinkan. Mulai dari pagar yang sudah rusak sejak lama, pintu masuk yang lapuk, dinding-dinding yang banyak rembesan air, engsel pintu kamar penghuni sudah rusak, toilet yang sudah tidak layak pakai, loteng bocor, dan berbagai kekurangan lain yang dari hari ke hari coba "diselamatkan" para penghuni dengan tanggung renteng meskipun sebenarnya ini adalah properti pemerintah.
Kondisi asrama.
Tak hanya sampai disitu, tagihan listrik gedung asrama pun hingga kini ditanggung bersama oleh para penghuni meskipun sudah ada wacana dari Badan Penghubung Pemprov Sulut untuk membayarkan semua tagihan listrik selama tahun 2016. Namun sampai saat ini tak kunjung direalisasikan. 
Diketahui, mahasiswa yang menempuh ilmu di Yogyarakta ada yang studi Magister (S2), ada juga yang menempuh studi Doktoral (S3). Rata-rata mahasiswa asal Sulut yang kebanyakan berprofesi sebagai dosen di Perguruan Tinggi Negeri di bumi Nyiur Melambai.
Dr (c) Nicolaas Tangkudung ST DEA, salah satu penghuni asrama, menuturkan, dari bulan ke bulan para penghuni asrama harus berupaya memikirkan sendiri bagaimana cara agar gedung ini tidak runtuh dikarenakan kondisinya yang semakin hari semakin tidak layak huni lagi. 
“Padahal, minat kuliah masyarakat Sulut di Yogyakarta cukup tinggi, dan dengan adanya asrama seperti ini sangat membantu keberadaan mereka dlm menyelesaikan studinya. Badan Penghubung Pemprov Sulut sudah berupaya maksimal dalam bekerjasama dengan para penghuni untuk mengatasi masalah ini, namun belum juga berhasil mendapatkan dana renovasi yang diperlukan,” ungkapnya kepada Swara Kita Group, Sabtu (30/4/2016).
Hal yang sama dikatakan, Agnes Caroline Maundeng SKM. Menurut dia, sebagai penghuni asrama dirinya merasa sangat terbantu karena dapat menghemat biaya kos yang selama ini menjadi momok para mahasiswa apabila kuliah di perantauan. Meskipun terbantu, adalah sesuatu yang wajar apabila aspek kenyamanan tetap menjadi salah satu prioritas dalam menghuni sebuah kamar. “Dinding kamar saya sendiri sudah cukup lapuk, serta lotengnya juga banyak rembesan air,” ujarnya.
Kondisi asrama.
Asrama ini, lanjut Maundeng, sering menjadi pusat pertemuan para mahasiswa asal Sulut yang berada di Yogyakarta, jadi dapat dikatakan sebagai pusat kegiatan mahasiswa Sulut. Namun tak pernah diperhatikan pemerintah. 
“Oleh karena itu, keberadaan asrama ini cukup sentral dalam pengembangan sumber daya manusia di Sulut, meskipun posisinya berada di Yogyakarta. Dengan adanya asrama ini, sumber daya manusia Sulut dapat menjadi lebih maju. Oleh karena itu perawatan bahkan renovasi gedung ini sudah sangat mendesak untuk dilaksanakan,” tukas Maundeng. 
Ketua Asrama, Lesza Lombok SH LLM, mengakui kalau pihaknya setiap tahun bahkan setiap 3 bulan sekali selalu mengajukan laporan ke Badan Penghubung Pemprov Sulut mengenai kondisi ini, namun belum ada tanggapan. 
“Bahkan kami telah mengajukan rencana renovasi bangunan, hasil rancangan salah satu penghuni yang kebetulan mengambil jurusan arsitek, tapi hingga kini usaha dari Badan Penghubung untuk mendapatkan dana renovasi selalu tidak berhasil, yang menurut informasi yang kami terima, dana renovasi ini justru kini dialihkan untuk renovasi toilet kantor Gubernur,” ungkap Lombok.(dsw)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment