Berita Terbaru

Sunday, April 17, 2016

KM Mejestic Kawanua diteror bom, nyawa Wabup Sitaro terancam
by donwu - 0

KM Majestic Kawanua saat sandar di Pelabuhan Ulu Siau.
SITARO, SMCOM—Suasana mencekam terjadi di KM Majestic Kawanua, Minggu (17/4/2016) sore. Dimana di tengah pelayaran dari Manado menuju Kabupaten Sitaro, karyawan kapal tersebut menerima telepon bernada ancaman, dimana kapal yang mengangkut ratusan penumpang itu diancam akan diledakan. Mendengar ancaman tersebut, sontak membuat kayawan dan crew kapal was-was dan langsung laporkan ke aparat Kepolisian.
Informasi yang diperoleh, pelaku teror memerintahkan agar kapal tersebut balik ke Manado, kalau tidak maka akan diledakan. Lebih mencekam lagi, rupanya di kapal tersebut ada sederet pejabat Pemkab Sitaro, antara lain Wakil Bupati Siska Salindeho, Sekda Adry Manengkey, Asisten II, serta sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Nyawa Wabup Salindeho dan ratusan penumpang lain pun terancam.
Setelah menerima laporan dimana adanya ancaman bom tersebut, Wakapolsek Siau Timur (Sitim) dan Kapolsek Urban Siau Barat Kompol Haris Bingku bersama beberapa anggotanya, langsung bergerak cepat ke area Pelabuahan Ulu Siau untuk melakukan pemeriksaan kepada beberapa orang bahkan kepada penumpang kapal lainnya, baik yang turun di Siau maupun yang akan melanjutkan perjalanan ke Tahuna. Namun dalam pemeriksaan tidak didapati nomor telepon yang dicari seperti nomor telepon peneror.
Kompol Haris ditemui usai melakukan pemeriksaan menjelaskan, ia menerima informasi kalau KM Mejestic Kawanua diancam bom, setelah kapal tersebut berada di posisi perairan Pulau Talise. “Informasi ancaman bom ini saya terima dari Kadis Perhubungan Pemkab Sitaro (Djhoni Muntiaha), yang kebetulan berada di kapal tersebut. Menurut informasi, sang peneror memerintahkan agar kapal tersebut balik ke Manado. Kalau tidak, akan diledakan,” ujar Haris. “Di dalam kapal itu ada Wabup, Sekda, dan beberapa Kadis," ungkap Haris.
Asisten II Pemkab Sitaro Herry Lano ketika ditemui di Pelabuhan Ulu Siau setelah turun dari kapal membenarkan adanya ancaman tersebut. "Iyo tadi ada terror," ujarnya singkat kepada SwaraManado.com. Begitu juga Rein, salah seorang penumpang kapal mengaku legah setelah tiba dengan selamat di Pelabuahn Ulu Siau, karena sebelumnya sempat merasa ketakutan atas ancaman bom tersebut. "Sapa nda tako kalo dapa dengar ada ancaman bom di kapal," ucapnya dengan wajah yang masih kelihatan pucat. “Tapi beruntung torang selamat,” tukasnya.
Sementara itu, Yeni salah seorang karyawati kantor KM Mejestic Kawanua di Manado saat dimintai keterangan melalui telepon serulernya juga mengakui kalau pihaknya menerima pesan yang benada ancaman tersebut. "Kayawan yang di loket yang terima pesan ancaman tersebut, dan memberitahu kepada kami," ungkap Yeni, seraya berharap aparat berwajib dapat mengusut tuntas kasus terror ini karena akan mengancam dunia transportasi, khususnya pelayaran di Sulut.(ddk)

Bisa juga dibaca di SKH SWARA KITA Manado dan ePaper www.swarakita-manado.com edisi Senin 18 April 2016.
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment