Berita Terbaru

Friday, April 22, 2016

Kemarau ancam tanaman di Sitaro, petani terpaksa beli air
by donwu - 0

Petani memperlihatkan tanaman cabe yang mulai mengering.
SITARO, SMCOM-Kemarau yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro kini sudah mulai dirasakan warga sitaro. Dimana kurang lebih lima ribuan pohon cabe dan beberapa tanaman petani saat ini terancam gagal panen. Salah satunya dirasakan Kelompok Tani Baru Terbit, yang ada di Desa Paseng Kecamatan Siau Barat. "Saat ini kelompok tani merasa kewalahan dalam mengatasi kekeringan akibat kemarau akhir-akhir ini," ungkap Ketua Kelompok Tani Baru Terbit, Albert Rendeo, Jumat (22/4/2016) sore, kepada SwaraManado.com 
Menurutnya, saat ini beberapa jenis tanaman yang ditanam kelompoknya, seperti buah semangka, sayuran kacang panjang, cabe dan saat ini terancam gagal panen. "Kalo semangka so gagal panen karena daunya sudah mulai mengering. Cabe sekarang kurang lebih lima ribu pohon ini so mo kering dan bahkan sekitar seribuan pohon so kering," tuturnya.
Tidak hanya itu, untuk menyelamatkan tanaman yang masih bisa diselamatkan, ia terpaksa membeli air tangki dengan harga Rp150.000 per tangki yang berukuran 1200 liter sekali beli. "Kita terpaksa membeli air tangki untuk menyiram tanaman yang masih tersisa," kata Rendeo.
Melihat kondisi tanaman mereka tersebut, para petani pun berharap Pemkab Sitaro dapat membantu dalam menangani kekeringan tersebut. "Saya juga berharap kiranya pemerintah dapat membantu kami petani dalam mengatasi masalah air untuk tanaman kami," parapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Pemkab Sitaro Ir Novia Tamaka, ketika akan dimintai keterangan sedang tidak berada di kantornya karena sedang tugas luar.(ddk)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment