Berita Terbaru

Thursday, April 7, 2016

DPRD Sulut Paripurnakan LKPJ Gubernur 2015
by noberd losa - 0

Peserta Paripurna LPKJ Gubernur tahun anggaran 2015

MANADO,SM.COM - Rapat Paripurna dalam rangka mendengarkan pidato tentang Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Gubernur Sulut Tahun Anggaran 2015 dilaksanakan di Deprov Sulut, Rabu (6/4).
Menggantikan Gubernur Sulut Olly Dondokambey, pidato dibacakan langsung oleh Wakil Gubernur Sulut Steven O E Kandouw.


Dari laporannya, Kandouw menjelaskan, laporan ini merupakan intisari dari materi LKPJ yang meliputi Kebijakan Umum Pemerintahan Daerah, Kebijakan Umum Anggaran, Pengelolaan Keuangan Daerah Secara Makro, termasuk Pendapatan Dan Belanja Daerah, Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah, Tugas Pembantuan dan Tugas Umum Pemerintahan.
Pimpinan Rapat Paripurna LKPJ Gubernur 2015

“Dibidang kebijakan umum pemerintahan daerah, diarahkan pada pembangunan dan pengembangan infrastuktur dasar, rekontuksi dan rehabilitasi, pencapaian MDG’S (pendidikan kesehatan dan kemiskinan),” katanya.

Wakil Gubernur Steven Kandouw saat membacakan LKPJ

Selanjutnya dari pengelolaan keuangaan, APBD Sulut tahun 2015 mengelami peningkatan baik dari segi pendapatan hingga realiasi penggunaan anggaran.

“Komposisi APBD 2015 dari sisi Pendapatan Daerah ditargetkan sebesar Rp2.640.629.706.400, terealisasi sebesar Rp2.527.861.245.887 atau sekitar 95,73 %. Dari segi Belanja Daerah dianggarakan sebesar Rp2.906.338.366.339 terealisasi sebesar Rp2.693.051.062.864 atau mencapai 92,66%,” jelasnya.
Sementara, Pengelolaan Pendapatan Daerah melalui optimalisasi pengelolaan kebijkaan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah berhasil meningkatkan PAD.




“Dari Rp937.745.006.154 menjadi sebesar Rp1.012.848.137.232. atau mengalami kenaikan sebesar 7,41%. Disamping memperoleh dana perimbangan sebesar 1.173.041.386.645 dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar 2.527.861.245.877,” katanya.



Dengan melihat Pengelolaan belanja daerah, dengan memahami kondisi keuangan yang terbatas, maka provinsi Sulut melakukan efisinesi dan penghematan. Serta melakukan pengawasan yang ketat dan efektif, pengawasan yang ketat sehingga anggaran belanja daerah sebesar RP2.906.338.366.339 hanya digunakan sebsar Rp2.693.051.062.864 dimana terjadi penghematan anggaran sebsar 7,43%.

“Sejalan dengan perlambatan perekonomian global dan nasional perekonomian Provinsi Sulut pada tahun 2015 ditutup melambat dibandingkan pada tahun 2014. Tercatat 6,12% lebih rendah 0,19 dibandingkan tahun 2014 sebesar 6,31. Namun masih lebih tinggi dibandingkan dengan angka pertumbuhan nasional yang tercatat tumbuh 4,7% hal ini menunjukkan perekonomian Sulut masih kuat dan mampu tumbuh lebih baik dibanding dengan daerah lain di Indonesia,” tuturnya.

Sekertaris DPRD Sulut Bartolomeus Mononutu
Usai membacakan pidato tersebut, Ketua Deprov Sulut Andrey Angouw mengatakan segera dibentuk pansus dan melakukan pembahasan.

“Telah dibentuk pansus. Untuk melakukan pembahasan, dan waktu pembahasan akan dimulai semenjak LKPJ ini disampaikan. Pansus akan bekerja dan memaksimalkan waktu pembahasan hingga paripurna nantinya,” tandasnya.



Untuk diketahui penyampaian Pidato LKPJ ini dihadiri juga unsus Forkopinda SUlut, BNN, BI, serta unsur Stackholder dan jajaran SKPD pemprov Sulut.(Adv/Obe)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment