Berita Terbaru

Wednesday, April 13, 2016

Diabaikan Pemprov Sulut, Asrama Mahasiswa Sulut di Yogyakarta memiriskan
by Unknown - 0

Kondisi asrama memprihatinkan.
YOGYAKARTA, SMCOM—Ratusan mahasiswa asal Sulut tengah menimba ilmu di Yogyakarta. Ada yang menempuh studi Magister (S2), ada juga yang menempuh studi Doktoral (S3). Rata-rata mahasiswa asal Sulut ini berprofesi sebagai dosen di Perguruan Tinggi Negeri di bumi Nyiur Melambai ini, tinggal di Asrama Mahasiswa Sam Ratulangi 1 yang berlokasi di Jl Taman Siswa Nomor 15, Yogyakarta.
Namun sayangnya, tempat tinggal para generasi terpelajar tersebut jauh dari kata bagus. Pasalnya, kondisi asrama kini sudah sangat memprihatinkan. Mulai dari pagar yang sudah rusak sejak lama, pintu masuk yang lapuk, dinding-dinding yang banyak rembesan air, engsel pintu kamar penghuni sudah rusak, toilet yang sudah tidak layak pakai, loteng bocor, dan berbagai kekurangan lain yang dari hari ke hari coba "diselamatkan" para penghuni dengan tanggung renteng meskipun sebenarnya ini adalah properti pemerintah.
Tak hanya sampai disitu, tagihan listrik gedung asrama pun hingga kini ditanggung bersama oleh para penghuni meskipun sudah ada wacana dari Badan Penghubung Pemprov Sulut untuk membayarkan semua tagihan listrik selama tahun 2016. Namun sampai saat ini tak kunjung direalisasikan.
Ketua Asrama, Lesza Lombok SH LLM, mengakui kalau pihaknya setiap tahun bahkan setiap 3 bulan sekali selalu mengajukan laporan ke Badan Penghubung Pemprov Sulut mengenai kondisi ini, namun belum ada tanggapan. “Bahkan kami telah mengajukan rencana renovasi bangunan, hasil rancangan salah satu penghuni yang kebetulan mengambil jurusan arsitek, tapi hingga kini usaha dari Badan Penghubung untuk mendapatkan dana renovasi selalu tidak berhasil, yang menurut informasi yang kami terima, dana renovasi ini justru kini dialihkan untuk renovasi toilet kantor Gubernur,” ungkap Lesza kepada Swara Kita Group, Rabu (13/4/2016) sore. 
Kondisi toilet asrama memprihatinkan.
Dikatakannya, meskipun titelnya adalah asrama mahasiswa, namun asrama ini seperti halnya asrama-asrama serupa di daerah lain, sering dianggap sebagai perwakilan dari pemerintah daerah di Yogyakarta. Dan ini seolah memberi gambaran wajah daerah sesungguhnya. “Begitu juga dengan Asrama Mahasiswa Sam Ratulangi 1 di Yogyakarta ini, asrama ini sering dianggap sebagai perwakilan dari Pemprov Sulut di Yogyakarta. Terkadang Pemkot Yogyakarta sering mendatangi asrama untuk keperluan administrasi pemerintahan. Para penghuni sering dianggap sebagai representasi Pemprov Sulut di Yogyakarta dikarenakan status dari asrama ini yang merupakan milik Pemprov Sulut. Namun kondisi asrama yang sudah sangat memprihatinkan ini berpotensi mempermalukan Pemprov Sulut sendiri,” ungkap dosen Fakultas Hukum Unima ini.
Ditambahkannya, meski para penghuni Asrama Mahasiswa Sam Ratulangi 1 Yogyakarta tetap berupaya menjaga jatidiri Sulut yang dibuktikan dengan mendapatkan penghargaan "Pejuang Kebudayaan" oleh Pemkot Yogyakarta pada 10 April 2016 belum lama ini, namun usaha ini bisa saja dimentahkan oleh masyarakat Yogyakarta apabila datang melihat kondisi asrama yang mengenaskan seperti itu. “Kasihan dan sedih melihat kondisi asrama kita, dibandingkan dengan asrama mahasiswa dari Provinsi lain,” ujar Lesza.
Mereka berharap Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw, dan para legislator Deprov Sulut bisa memperhatikan masalah ini. “Kerinduan kami, asrama ini diperbaiki. Karena tidak hanya kami yang akan menggunakannya, tetapi rekan-rekan lainnya dari Sulut juga yang akan studi di Yogyakarta. Kami mohon Pak Gub, Pak Wagub, para wakil rakyat,” ucap Lesza bermohon.(dsw)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment