Berita Terbaru

Friday, April 1, 2016

Akhirnya Pokja Zonasi akui 2 Miliar biayai Konsultan
by noberd losa - 0

Rapat Pokja dan Pansus Zonasi


MANADO,SM.COM - Kelompok kerja (Pokja) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) kepada Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulut mengakui keberadaan anggaran Rp2 Miliar untuk biayai konsultan.

Padahal sebelumnya anggaran tersebut seakan tersembunyi karena tidak pernah diketahui oleh Pansus Zonasi beranggotakan anggota DPRD Sulut.

(BACA : Silumankah?", Pansus Zonasi tak menahu anggaran 2 Miliar untuk Konsultan www.swaramanado.com/2016/03/silumankah-pansus-zonasi-tak-menahu.html?m=1)

Bahkan sempat jadi pertanyaan besar bagi anggota dewan lainnya.

(BACA : 2 Miliar Biayai Ranperda Zonasi dipertanyakan
http://www.swaramanado.com/2016/03/2-miliar-biayai-ranperda-zonasi.html?m=1)

Dalam pembaasan antara Pansus dan Pokja Kamis (31/3/16) kemarin siang diruang rapat I DPRD Sulut, ketua Pansus Edwin Lontoh meminta penjelasan Pokja perihal anggaran tersebut karena dikhawatirkan adanya anggapan miring  bahwa anggaran Rp2 Miliar tersebut sebagai "hadiah" untuk Pansus.

"Jangan ada pemahaman atau pemikiran dari media bahwa yang mana dana ini dipersiapkan untuk kita. Oleh karena itu kita juga ingin klarifikasi permasalahan ini, agar supaya clear masalah anggaran 2 miliar ini," ujar Lontoh.

Tim Pokja dari Dinas Kelautan dan Perikanan mengatakan anggaran 2 Miliyar sudah tertata pada Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) yang ada pada Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut.

"Untuk kegiatan 2M itu ada di RKA, Saya tidak hafal detail urutan atau bagian apa yang ada di RKA. Namun secara garis besar memang dalam penyusunan ini kita perlu data set. Data set itu Oceanografi seperti pengukuran kedalaman. nantinya diukur sampai 12 mil kearah laut lepas, dan itu perlu survey yang ada timnya. Kemudian pola arus dan gelombang ini.

Menurut Pokja, Khusus untuk gelombang perlu keahlian dari ahli oceanografi untuk turun, kemudian juga ada identifikasi terumbu karang yang perlu penyelaman dan identifikasi kawasan magrove.

"Memang ini agak complicated ini tetapi kita beruntung kadang-kadang dibantu oleh dari lapan , lapan memberikan kita citra satelit yang lalu memang agak mahal satu peta itu sekitar 2juta lebih.untuk skal 1:250000 dan 50000 kemudian biaya cetak peta," jelasnya.

Namun kemudian timbul pertanyaan baru dari anggota Pansus Nolly Lamalo bahkan membantah besaran anggaran tersebut bukanlah 2 miliar tetapi sebenarnya 3,5 miliar.

"Sesuai yang tercantum dalam RKA, anggaran konsultan bukan 2 miliar karena disini tertulis 3,5 miliar," kata Lamalo.

Kembali tim Pokja dibuat harus mengakui ini, menurut Pokja anggaran tersebut sebenarnya 3,5 miliar dan dibagi dua bagian.

"Yang 2 miliar itu untuk dilelangkan buat Konsultan sedangkan 1,5 miliar lagi untuk swakelola," kata Pokja.(Obe)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment