Berita Terbaru

Tuesday, March 8, 2016

Resume Ai-JA banyak coretan, Hakim MK geleng-geleng kepala
by donwu - 0

Sidang sengketa Pilkada Manado di MK, Selasa (8/3/2016) siang.(foto: donny/sk)
JAKARTA, SMCOM—Sidang sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Mahkamah Konsitusi (MK) resmi digelar Senin (8/3/2016) siang pukul 10.00 WIB. Agenda sidang perdana ini adalah berupa Pemeriksaan Pendahuluan sebagaimana Nomor Perkara: 151/PHP.KOT-XIV/2016 tentang Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Walikota dan Wakil Walikota Manado tahun 2016 yang dilayangkan pasangan Harley Mangindaan dan Jemmy Asiku (Ai-JA) sebagai Pemohon.
Sidang ini dipimpin Ketua Majelis Hakim Anwar Usman, didampingi Anggota Aswanto dan Maria Farida Indrati. Dalam sidang perdana ini, Majelis Hakim Konstituti memberikan kesempatan kepada kuasa hukum Ai-JA, yakni Handri Piter Poae dan Rosell Pelle, untuk membacakan resume permohonan gugatan. Hanya saja, Hakim Konstitusi dibuat geleng-geleng kepala karena pengakuan sendiri Poae yang menyebut bahwa resume mereka banyak coretan.
“Yang mulia Majelis Hakim, sebelumnya mohon maaf kalau resume kami ini banyak coretan. Izinkan kami memperbaikinya, tetapi tidak merubah substansi gugatan,” ujar Poae. “Dikasih habis sidang saja,” jawab Hakim Usman dengan nada agak tinggi, seolah menegaskan kalau tim Ai-JA tidak siap dalam persidangan. Hakim pun langsung memerintahkan tim kuasa hukum Ai-JA untuk melanjutkan pembacaan resume.
Adapun materi gugatan yang disampaikan tim Ai-JA masih seputar pelaksanaan pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manado yang digelar di GKCC Kairagi 24-25 Februari 2016 yang lalu, yang menganggap Komisioner KPU arogan dalam melaukan pleno penghitungan suara. Begitu juga poin lainnya terkait dugaan mobilisasi massa untuk memilih pada 17 Februari 2016 lalu, kendati belum bisa dibuktikan massa tersebut memilih siapa. Karena bisa saja pemilih tersebut justru memilih pasangan Ai-JA.
Melihat materi gugatan yang masih dicoret-coret, Majelis Hakim pun meminta kuasa hukum Ai-JA untuk memasukkan kembali resume tersebut dengan baik dan benar. “Jangan lagi coret-coret. Dan kami harap tidak akan berubah dari substansi yang sudah dimasukkan awal,” tegas Hakim Usman, yang kemudian mengumumkan menunda sidang Senin (14/3/2016) pekan depan. “Kita tunda sidang Senin pekan depan, dengan materi tanggapan pihak Termohon (KPU Manado, red) dan keterangan pihak Terkait (pasangan GS Vicky Lumentut-Mor D Bastiaan, red),” ujar Usman sambil mengetuk palu sidang.
Pantauan SKH Swara Kita/SwaraManado.com, sidang yang digelar tak lebih dari satu jam ini dihadiri lengkap oleh Komisioner KPU Manado yang didampingi Komisioner KPU Sulut, juga Panwaslu Manado. Tim kuasa hukum pihak Terkait juga hadir lengkap. Adapun Ai tanpa didampingi JA hadir jugga dalam sidang dang duduk di samping tim kuasa hukumnya.(dsw)

Bisa juga dibaca di SKH Swara Kita.

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment