Berita Terbaru

Monday, March 14, 2016

MK pertanyakan P-48 alat bukti Ai-JA
by donwu - 0

Suasana sidang MK, Senin (14/3/2016).

Lagi-lagi materi gugatan Pilkada Manado masih lemah

JAKARTA, SMCOM—Mahkamah Konsttusi (MK), Senin (14/3/2016) telah menggelar sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Walikota dan Wakil Walikota Manado. Sidang dipimpin tiga Majelis Hakim yakni Ketua Anwar Usman didampingi Anggota Aswanto dan Maria Farinda Indrati. 
Sidang kali ini masih lanjutan dari sidang yang digelar Selasa (8/3/2016) lalu berupa Pemeriksaan Pendahuluan sebagaimana Nomor Perkara: 151/PHP.KOT-XIV/2016, dengan materi mendengarkan pembelaan dari pihak Termohon dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manado dan keterangan pihak Terkait dalam hal ini pasangan GS Vicky Lumentut-Mor D Bastiaan (GSVL-Mor), serta pemerksaan alat bukti dari pihak yang bersengketa.
Menariknya, terungkap dalam sidang kedua ini bahwa gugatan yang dilayangkan Ai-JA ternyata belum lengkap, padahal batas waktu yang diberikan MK hanya sampai Kamis (10/3/2016) pekan lalu. Hakim Usman pun mempertanyakannya kepada kuasa hukum Ai-JA, khususnya P-48. “Selanjutnya, pengesahan alat bukti. Untuk Pemohon, yang sudah disahkan alat buktinya P-1 sampai dengan P-39, ya. P-40 sampai dengan P-47 sudah diverifikasi. Kemudian, P-48 alat buktinya belum diserahkan. P-9 sampai dengan P-99 sudah diverifikasi. Kemudian, P-139 sampai dengan P-264 sudah diverifikasi. Jadi, yang belum diserahkan P-48. Kemudian P-100 sampai dengan P-138, betul? Kemudian, daftar bukti baru belum diserahkan, nanti diserahkan, ya. Untuk P-40 sampai dengan P-264, kecuali P-48, P-100 sampai dengan P-138 dinyatakan sah,” tanya Hakim Usman.
Tak ada jawaban dari kuasa hukum Ai-JA, Hakim Usman kembali bertanya. “Tadi yang belum diserahkan, Pemohon nanti apa mau diserahkan sekarang atau bagaimana?,” tanya Usman. “Terima kasih, Yang Mulia, kami sudah siapkan sekarang untuk melengkapinya,” jawab kuasa hukum Ai-JA, Handri Poae. Hakim pun kembali dibuat geleng-geleng kepala karena Pemohon belum juga melengkapinya. “P-48 memang tidak diserahkan, ya? Memang tidak ada atau bagaimana?,” tanya Hakim Usman lagi, seolah memastkan kembali gugatan Pemohon masih lemah padahal sudah sidang kedua. “Mohon maaf, Majelis. Untuk P-44 sama P-48 karena sama, jadi P-48 kami anggap prememori,” jawab Poae lagi.
Di satu sisi, Hakim Konsitusi merasa puas dengan eksepsi pihak KPU Manado dan pihak GSVL-Mor. Sidang akan dilanjutkan sesuai jadwal yang nantinya disampaikan MK, sambil MK memeriksa alat bukti yang diserahkan pihak-pihak bersengketa.(dsw)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment