Berita Terbaru

Wednesday, March 23, 2016

BPJN diduga ada kongkalikong dengan kontraktor luar
by Swara Manado - 0

Airmadidi—Puluhan massa Federasi Buruh Indonesia (FBI), menggelar demonstrasi di kantor Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) XI di Desa Suwaan Kalawat, Senin (21/3). Berlangsung sekitar 30 menit, massa FBI mempertanyakan kinerja BPJN. Salah satunya tentang proses diskriminasi BPJN terhadap kontraktor lokal soal distribusi pelaksanaan proyek.

Koordinator aksi Ali Lesar yang juga Ketua FBI Sulut mengatakan, diskriminasi BPJN terhadap kontraktor lokal itu terlihat lewat proses lelang. “Kami menduga ada kongkalikong antara oknum BPJN dengan kontraktor luar. Dimana 31 paket proyek yang dilelang semua kontraktor berasal dari luar. Ada apa? Inikan jelas-jelas merugikan daerah,“ kritik lesar disambut teriakan para pendemo.
Alexander Mellese salah satu orator dalam orasinya menilai, BPJN tidak menghayati program Nawacita yang digagas Presiden Jokowi maupun Gubernur Sulut. Soal menggagas pembangunan dari pinggiran termaksud pemberdayaan kontraktor lokal. “Secara tegas kita menilai BPJN harus bertanggung jawab. Olehnya, kalau dalam waktu satu minggu tidak direspon maka kita akan kembali turun dengan massa besar,” beber Mellese.

Merespon tuntutan pendemo, KepalaTata Usaha (TU) Chanes Robby Walang mengajak diskusi. Lewat Pertemuan tersebut, Walalang berjanji menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan pendemo. “Memang saat ini kepala BPJN tidak berada di tempat. Makanya aspirasi kita terima dan selanjutnya dikomunikasikan ke level atas guna mencari soulsi soal persoalan ini,” janji Walalang.(boy)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment