Berita Terbaru

Friday, March 18, 2016

Anggota DPRD Sulut Alami Penganiayaan Administrasi
by noberd losa - 0

Boy Tumiwa, Anggota DPRD Sulut

MANADO,SM.COM - Perjalanan dinas keluar daerah yang dijalani anggota DPRD Sulut kini berbandrol Rp10 Juta per kegiatan ternyata tak sepenuhnya membawa berkah.

Pasalnya, dengan sistem at cost atau dibayarkan sesuai dengan kebutuhan secara otomatis kegiatan "terbang" tersebut baru dibayarkan sepulang dari perjalanan dinas, sehingga untuk melakukan perjalanan dinas, para Anggota dewan bermodal awal.

Namun ternyata untuk pengembalian biaya perjalanan dinas, para anggota dewan ini harus menunggu sampai berbulan-bulan.

Seperti halnya yang disuarakan oleh Anggota dewan Boy Tumiwa yang merasa dianiaya secara Administratif.

"Pembayaran harus menunggu sampai berbulan-bulan, belum lagi setelah kembali kami harus menandatangani kwitansi yang menyatakan telah meerima pembayaran, padahal tak seperserpun yang dibayarkan, ini penganiayaan Administrasi bagi kami," tegas Tumiwa yang juga ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD Sulut.

Dalam Rapat Baleg pada Jumat (18/3/2016) pagi tadi, Tumiwa sempat menyuarakan ini.

Menurut Tumiwa, situasi administrasi seperti ini sangat rentan dengan penyelewengan anggaran.

"Kami harus menandatangani kwitansi padahal belum terbayarkan, kalau terjadi yang tidak diinginkan, maka walau sidang sampai dimanapun kami tetap kalah, penganiayaan administrasi ini harus diperhatikan dan dicari solusi," tandas Mantan Ketua DPRD Minahasa Selatan.(Obe)


« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment