Berita Terbaru

Tuesday, February 2, 2016

Tempat hiburan perempuan semi telanjang, ini ungkapan legislator Manado
by donwu - 0

Robert Tambuwun.
MANADO, SMCOM—Akhir-akhir ini ramai pemberitaan mengenai salah satu tempat hiburan malam di Manado yang nekad menyuguhkan tarian dengan model perempuan berpakaian nyaris telanjang mendapat perhatian dari Dekot Manado. Menurut Wakil Ketua Komisi A Robert Tambuwun, pemberian izin terhadap tempat hiburan tersebut harus dikaji kembali.
“Menyikapi masalah tarian yang menjurus ke telanjang, kemudian terkait dengan jam operasional. Maka dari itu kita perlu Dinas Pariwisata karena mereka yang mengontrol hal tersebut bahwa ini sudah lewat jam operasional atau belum yang sudah ditetapkan di dalam Perda,” ujar Tambuwun, Selasa (2/2/2016), di ruang Komisi A Dekot Manado.
Dikayakan pula, dinas terkait dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) serta Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu (BP2T) harus proaktif dalam hal ini. “Setiap pelaku usaha harus mendaftarkan di Dinas Pariwisata, sedangkan yang mengeluarkan izin usaha adalah BP2T, tapi sebenarnya fungsi pengawasan itu harus jalan. Karena jika usaha tersebut sudah melenceng dari izin usahanya kita tidak tahu itu sudah ada Perda. Jadi mengapa dinas terkait harus proaktif agar bisa melihat usaha tersebut sesuai dengan izin yang dikeluarkan kalau tidak kita rekomendasikan tutup,” tegas Politisi Partai Hanura tersebut.
Diungkapkannya, penegakan Peraturan Daerah (Perda) tentang Kepariwisataan harus dijalankan. Karena dalam Perda Nomor 2 tahun 2015 tentang penyelenggaraan kepariwisataan sudah jelas menjabarkan. “Seperti definisi kafe apa, hotel, spa, tempat hiburan itu sudah jelas semua. Supaya tidak ada tumpang tindih. Jadi kembali saya tegaskan karena sudah ada Perda, penegakkannya harus jalan. Jangan sampai ada opini dinas Pariwisata mengambil alih kewenangan BP2T yang mengeluarkan izin. Karena dalam perda tersebut tertera sanksi hukum, bisa dicabut sementara izin usahanya hingga yang terberat ditutup,” tegas Tambuwun.(wan)

Selengkapnya bisa juga dibaca di SKH Swara Kita dan e-Paper www.swarakita-manado.com edisi Rabu 3 Februari 2016.

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment