Berita Terbaru

Sunday, February 21, 2016

Selisih 6.533 di Manado bandingkan dengan selisih 39.088 saat Pilgub Sulut
by donwu - 0

Data di web KPU yang harusnya tak dipersoalkan. 
MANADO, SMCOM—Sejak penginputan data/tabulasi KPU melalui Form C1 di situs pilkada2015.kpu.go.id pasca pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Manado, Rabu (17/2/2016), ramai-ramai orang mempermasalahkan pengguna hak pilih yang katanya mencuatkan penggelembungan total 6.533 suara. Padahal data tersebut sifatnya sementara, karena hasil resminya di pleno KPU.
Bahkan sebagaimana disitat dari viva.co.id, Wakil Ketua Tim Pemenangan pasangan PDIP Hanny Jost Pajouw-Gregorius Tonny Rawung (HJP-Tora), Anes Supit, ikut memprotes apa yang tertuang dalam web KPU tersebut. “Ini namanya pembodohan pada masyarakat. Kami kira 6.533 suara misterius itu tidak ada dan KPU Manado harus bertanggung jawab atas opini yang sudah terbentuk,” ujar Anes.
Angka-angka yang dilengkapi tabel charts berbentuk lingkaran disebut pengguna hak pilih saat Pilkada Manado, yang digelar Rabu lal, 17 Februari 2016, terdiri dari 90.515 pemilih laki-laki dan 96.885 pemilih perempuan. Anehnya, jumlah kedua angka tadi disebut sebanyak 193.933 suara. Padahal, bila dijumlahkan seharusnya hanya 187.400 suara, sehingga ada selisih 6.533 suara.
Sebagai pembanding, merujuk ke belakang saat pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut dan sejumah kabupaten/kota lainnya pada 9 Februari 2015 lalu, kondisinya sama. Bahkan untuk Pilkada Sulut--selisih suara seperti yang dipermasalahkan di Manado--bahkan mencapai selisih suara cukup besar. Dimana pemilih laki-laki 610.797 dan pemilih perempuan 624.152 dengan total 1.274.037. Harusnya jika ditotal hanya 1.234.949. Berarti ada selisih 39.088 suara. “Data web KPU untuk Pilgub Sulut lalu selisihnya 39.000-an tidak ada yang bersuara, tiba-tiba Pilwako Manado selisih 6000-an kok ribuuuut,” ujar Lesza Lombok melaui akun media sosial Facebook-nya.
Menyikapi masalah yang lagi ramai ini, Komisioner KPU Manado Sunday Rompas mengatakan bahwa yang diunggah itu di web KPU hanya pembanding, bukan hasil resmi KPU. “Yang akan dipakai nanti adalah hasil pleno KPU,” ujarnya. Diketahui, dalam web KPU tersebut operator hanya menginput hasil Form C1 apa adanya, dalam pengertian apa yang ada dalam C1 hasil dari KPPS. Dalam hal ini KPU tidak memihak pada calon tertentu. Selanjutnya ada aturan sebagai hasil resmi yaitu melalui pleno di tingkatan kecamatan, kemudian hasil pleno resmi KPU akan dilakukan paling lambat Rabu (24/2/2016) pekan ini.(dsw)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment