Berita Terbaru

Wednesday, February 24, 2016

Saksi Ai dan HJP minta PSU di TPS, KPU tunjukkan acuannya
by donwu - 0

Suasana pleno rekapitulasi kecamatan oleh KPU Manado 
atas perolehan suara pasangan calon Walikota dan Wakil 
Walikota Manado, Rabu (24/2/2016) sore.(foto: ist)
MANADO, SMCOM—Pleno hasil rekapitulasi perolehan suara pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Manado mulai dilakukan Rabu (24/2/2016) hari ini di Grand Kawanua Convention Center (GKCC), Kayuwatu Manado.
Sebelum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manado membacakan hasil rekapitulasi per kecamatan, hujan interupsi mulai dilayangkan saksi pasangan Harley Mangindaan-Jemmy Asiku (Ai-JA) dan saksi pasangan Hanny J Pajouw-Tony Rawung (HJP-Tora) kepada penyelenggara pilkada. Sementara saksi pasangan GS Vicky Lumentut-Mor D Bastiaan (GSVL-Mor) hanya sesekali memberikan argument.
Itu terjadi saat Komisioner KPU Rommy Poli membacakan tata cara pleno baru saja berjalan sekitar 5 menit. Saksi pasangan Ai-JA dan saksi HJP-Tora langsung memberondong interupsi kepada pihak penyelenggara Pilkada. “Interupsi pimpinan. Kalo bisa hasil rekapitulasi dari PPK langsung ditayangkan disini,” pinta Lucky Senduk, saksi HJP-Tora. Tak mau kalah, saksi Ai-JA meminta ke KPU agar rekomendasi dan rekapan dari PPS dimasukkan dalam tata acara pleno. “Jadi rekom sari PPS tidak bisa dimasukkan dalam tata acara,” tanya Vecky Gandey dan Handri Poae.
Situasi ruang pleno kembali memanas setelah masuk pleno rekapitulasi Kecamatan Singkil. Hujan interupsi pun kembali dilayangkan pasangan Ai-JA dan HJP-Tora. Mereka ngotot supaya rekomendasi yang dikeluarkan Panwascam Singkil segera ditindaklanjuti, yakni agar KPU melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS). Adu argument pun kembali tersaji dalam pleno. “Kami mendapat laporan ada kecurangan di beberapa TPS di Singkil, sehingga rekomendasi Panwascam agar digelar PSU kiranya ditindaklanjuti KPU,” ujar saksi Ai-JA yang didukung saksi HJP-Tora.
Namun, KPU Manado membacakan aturan dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 10 Tahun 2015 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota, khususnya Pasal 59 (lihat grafis). “Kami sudah mendapat rekomendasi tersebut dan kami pelajari bahwa rekomendasi tersebut tidak mememuhi persyaratan untuk PSU di TPS, sebagaimana Pasal 59 PKPU 10 Tahun 2015,” ujar Komisioner KPU Manado Rommy Poli, yang kembali disambut protes saksi Ai-JA dan HJP-Tora.
Komisioner KPU Manado Sunday Rompas pun menyarankan agar saksi pasangan calon yang mempunyai keberatan supaya melayangkan secara tertulis dalam form yang disiapkan, untuk kemudian ditindaklanjuti. “Isi saja form keberatan itu, sambil substansi kita saat ini yakni pleno rekapitulasi tetap berjalan,” tukas Rompas. Pleno pun dilanjutkan, dan kembali diskor tengah malam untuk dilanjutkan kembali Kamis (25/2/2016) siang.(dsw)

PASAL 59 PKPU NOMOR 10 TAHUN 2015
(1)  Pemungutan  Suara  di  TPS  dapat  diulang  apabila  terjadi  gangguan  keamanan  yang  mengakibatkan  hasil Pemungutan  Suara  tidak  dapat  digunakan  atau Penghitungan Suara tidak dapat dilakukan.
(2)  Pemungutan  Suara  di  TPS  dapat  diulang  apabila  dari hasil  penelitian  dan  pemeriksaan  Panwas  Kecamatan terbukti  terdapat  1  (satu)  atau  lebih  keadaan  sebagai berikut: 
a.  pembukaan  kotak  suara  dan/atau  berkas Pemungutan  dan  Penghitungan  Suara  tidak dilakukan menurut tata cara yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan;
b.  petugas  KPPS  meminta  Pemilih  memberi  tanda khusus,  menandatangani,  atau  menulis  nama  atau alamatnya pada Surat Suara yang sudah digunakan; 
c.  petugas  KPPS  merusak  lebih  dari  1  (satu)  Surat Suara  yang sudah  digunakan  oleh Pemilih  sehingga Surat Suara tersebut menjadi tidak sah; 
d.  lebih  dari  1  (satu)  orang  Pemilih  menggunakan  hak pilih  lebih  dari  1  (satu)  kali  pada  TPS  yang  sama atau TPS yang berbeda; dan/atau
e.  lebih dari 1 (satu) orang Pemilih yang tidak terdaftar sebagai  Pemilih  mendapat  kesempatan  memberikan suara pada TPS.

Selengkapnya baca di SKH Swara Kita edisi Kamis 25 Februari 2016.

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment