Berita Terbaru

Thursday, February 18, 2016

Pilkada Manado, selisih 3,29% sulit digugat
by Unknown - 0

Hasil hitungan TPS (Form C1) KPU, suara masuk 
sudah final 100 persen dari 811 TPS di Manado.
MANADO, SMCOM—Antusias warga Manado untuk menantikan pemimpin defenitif di Manado kian terdengar disampaikan warga saat mengikuti dan membaca hasil hitungan lembaga survey, penyampaian tim media center pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota, hingga pleno resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun Kamis (18/2/2016) siang sekitar pukul 14.30 Wita, suara masuk di web KPU di https://pilkada2015.kpu.go.id/manadokota berdasarkan hasil hitungan TPS (Form C1) KPU, suara masuk sudah final 100 persen dari 811 TPS di Manado.
Hasilnya, pasangan GS Vicky Lumentut-Mor Dominus Bastiaan (GSVL-MOR) berada pada posisi pemenang dengan perolehan 66.913 suara (35,57%), diikuti pasangan Harley Mangindaan-Jemmy Asiku (Ai-JA) dengan 60.727 suara (32,28%), kemudian terakhir pasangan Hanny Joost Pajow-Tonny Rawung (HJP-Tora) dengan perolehan 60.499 (32,16%). Menarik disini bahwa selisih suara Ai-JA dengan HJP-Tora hanya terpaut sangat tipis 0,12%. Sedangkan selisih GSVL-MOR dengan Ai-JA cukup jauh yakni 3,29%.
Komisioner KPU Manado Sunday Rompas mengakui, quick count yang dilakukan KPU sudah selesai. “Sudah, sudah selesai. Semua data C1 sudah masuk,” kata Rompas. Ditambahkan Komisioner KPU lainnya, Amrain Razak, data C1 yang masuk ke KPU sudah final, namun pihaknya tetap menunggu pleno yang sementara dilakukan di setiap Kecamatan. Kemungkinan pleno Kecamatan akan selesai Jumat (19/2) hari ini. “Jika semua Kecamatan sudah selesai pleno, maka akan direkap di KPU untuk kemudian pleno penetapan calon,” ujar Amrain.
Merujuk hasil website KPU, maka dengan demikian, pasangan GSVL-MOR hampir dipastikan mulus melenggang menuju Gedung Putih Tikala untuk menjalankan tugasnya mengabdi kepada masyarakat untuk periode lima tahun kedepan, 2016-2021. Peluang jika ada gugatan dari pasangan calon lain hingga akan berbuntut dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) juga sangat kecil. Pasalnya, perbedaan suara antara GSVL-MOR dan Ai-JA mencapai 3,29%. Sementara Mahkamah Konstitusi (MK) hanya mengabulkan permohonan PSU jika terdapat margin 2%.
Ketua Relawan Pengawas Pemilu (RPP) Manado, Richard Rimbing yang dimintai keterangan, menjelaskan bahwa berdasarkan hitung-hitungan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 serta PMK Nomor 5 Tahun 2015, potensi gugatan yang akan dilayangkan oleh calon yang kalah tidak akan diterima oleh MK. “Selisih suara yang cukup kecil kemungkinan akan menjadi penggugah bagi pasangan calon yang ingin melancarkan gugatan di MK. Namun Berdasarkan data C1 yang dipublikasikan di website KPU, dan mengacu UU 8 Tahun 2015 serta PMK 5 Tahun 2015, potensi gugatan yang mungkin akan ada pasti ditolak,” ujar Rimbing.
Dia juga menjelaskan cara menghitung selisih suara yang diterapkan oleh MK. “Berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2015, selisih suara tidak boleh lewat dari 2%. Sedangkan berdasarkan PMK Nomor 5 Tahun 2015, cara menghitungnya adalah suara terbanyak yaitu 66913 dikalikan dengan 2%, maka kita akan mendapatkan 1338 setelah itu hasilnya dibandingkan dengan selisih suara GSVL-MOR dan Ai-JA. Jika selisih suara GSVL-MOR dan Ai-JA melebihi angka 1338, maka gugatan tersebut tidak memiliki legal standing. Namun kita tunggu saja sampai pleno KPU Manado selesai,” terang Rimbing.(dsw)

Berita selengkapnya baca di SKH Swara Kita dan e-Paper www.swarakita-manado.com edisi Jumat 19 Februari 2016.

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment