Berita Terbaru

Thursday, February 11, 2016

Manado darurat pilkada, ROR malah pilih terbang ke Jakarta
by donwu - 0

Tommy Sumelung dan Royke Roring.
MANADO, SMOCOM—Penjabat Walikota Manado Ir Royke O Roring (ROR) nampaknya tidak peka dengan situasi dan kondisi yang terjadi di Manado. Pasalnya di tengah panasnya politik terkait pergeseran anggaran yang dibutuhkan KPU Manado untuk menyukseskan Pilkada 17 Februari 2016, ROR malah memilih terbang ke Jakarta. Parahnya lagi, keberangkatan ROR ke Jakarta dilakukannya Rabu (10/2/2016) sore dan terinformasi nanti balik ke Manado Sabtu (13/2/2016) lusa.
Padahal tugas utama yang diembankan kepada dirinya sebagai Penjabat Walikota Manado adalah untuk menyukseskan pelaksanaan Pilkada Manado, apalagi agenda penting nasional ini digelar Rabu pekan depan atau tinggal menyisahkan 5 hari lagi. Sontak saja ini menyulut pertanyaan sejumlah elemen masyarakat. “Kami lihat ini ROR tidak peka melihat situasi yang terjadi saat ini. Manado ini bisa dibilang darurat pilkada. Di saat pemerintah dan dewan panas membahas pembiayaan pilkada, beliau malah ke Jakarta, ini kan aneh,” ujar Ketua LSM Lembaga Anti-Korupsi Indonesia (LAKI) Sulut, Tommy Sumelung SH, kepada wartawan Kamis (11/2/2016) malam.
Kejadian serupa juga terjadi pekan lalu, dimana usai melakukan konsultasi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), ROR tidak langsung balik ke Manado padahal perintah Kemendagri harus segera melakukan pembahasan anggaran menyukseskan Pilkada 17 Februari 2016 sebagaimana telah ditetapkan KPU. Manado bahkan saat ini bia dikata darurat pilkada. “Pekan lalu usai konsultasi di Kemendagri, bukanya langsung pulang ke Manado, malah memilih ke Surabaya. Ini juga terjadi pekan ini, di saat panasnya pembahasan penganggaran ini, beliau malah terbang ke Jakarta sejak kemarin (Rabu, red). Ini ada apa?,” tukas Sumelung.
Terinformasi bahwa keberangkatan ROR ke Jakarta sejak Rabu lalu untuk menghadiri pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut Olly Dondokambey-Steven Kandou. Padahal perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan juga permintaan Olly-Steven bahwa tidak ada pejabat yang menghadiri pelantikan di Jakarta, apalagi posisi ROR sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemprov Sulut. “Kan sudah jelas kalau Pak Olly dan Pak Steven juga melarang pejabat hadir di pelantikan, masih juga ‘bapakasa pigi’,” sindir Rivan Loho.
Harusnya mereka berharap ROR tetap standby di Manado. “Alangkah lebih baik dan bijaknya jika beliau tetap di Manado, menyelesaikan pembahasan anggaran pilkada, menjalankan pemerintahan transisi ini,” saran dia.(dsw)

Selengkapnya baca juga di SKH Swara Kita dan e-Paper www.swarakita-manado.com edisi Jumat 12 Fabruari 2016.
 

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment