Berita Terbaru

Wednesday, February 10, 2016

Mahasiswa asal Papua bicara GSVL: Mari jo lanjutkan
by donwu - 0

GS Vicky Lumentut ikut membaur dengan mahasiswa asal Papua mengatur persiapan hingga pada proses menyantap bersama-sama sajian menu Bakar Batu.(foto: ist)
MANADO, SMCOM—Ketulusan dan kecintaan pemuda asal Papua terhadap sosok GS Vicky Lumentut (GSVL) masih terjaga. Buktinya, pada Selasa (9/2/2016) pagi hingga sore ratusan mahasiswa asal Papua yang menuntut ilmu di Manado memprakarsai gelaran pesta Adat Bakar Batu yang digelar di perkebunan Malalayang. Prosesi Bakar Batu yang diikuti dengan bakar jagung, singkong, daging ayam dan babi ini, tampak GSVL ikut membaur mengatur persiapan hingga pada proses menyantap bersama-sama sajian menu Bakar Batu yang merupakan tradisi warga Bumi Cendrawasih tersebut.
Tak heran, warga asal Papua yang didominasi pemuda/pemudi atau dari kalangan mahasiswa di Manado ini tak bisa menyembunyikan kegembiraan mereka karena bisa diberi kesempatan melakukan pesta Adat Bakar Batu di awal 2016 dengan GSVL, pemimpin yang dinilai telah terbukti dengan sejumlah program pembangunan di Manado. Mereka juga tak canggung memuji GSVL yang dianggap sosok panutan yang patut diteladani.
“Pak Vicky seorang panutan. Selain mantan birokrat handal, sepak terjang Pak Vicky memiliki segudang program pembangunan yang sangat menyentuh masyarakat. Dan itu sudah pasti didasari dari latar belakang seorang pelayan yang takut akan Tuhan, sehingga boleh tercipta pelayanan kesehatan atau UC (Universal Coverage) dan masih banyak lagi program yang gemilang,” ujar Hendrikus Suebu.
Bahkan menurut Brando Kogoya, Manado saat dipimpin GSVL selama lima tahun, 2010-2015, tak membedakan suku, agam, ras dalam pelayanan pada masyarakat. "Kami sebagai warga asal Papua, merasa Manado ini seperti rumah sendiri. Kami selalu diperhatikan, Pak Vicky memang orang baik dan bijaksana sehingga beliau kami anggap seperti bapak kami sendiri. Kami saja orang Papua senang dengan Pak Vicky, apalagi warga asli di sini, jadi mari jo lanjutkan,” ujar Kogoya.
Diuraikan keduanya, di Manado ada 4000-an warga asal Papua, baik yang sudah berkeluarga maupun mahasiswa yang sudah lama tinggal dan menetap di Manado, dan banyak diantara mereka sudah merasakan sentuhan program pro rakyat dari GSVL. “Jadi tak salah kalau kami akan membantu dan mendukung Pak Vicky dan Pak Mor Bastiaan. Sedangkan kami warga luar boleh memilih Pak Vicky, apalagi warga Manado yang jelas-jelas di tangan Pak Vicky ini Manado berhasil dan berkembang. Pak Vicky so beri bukti, bukan cuma janji," tukas Suebu penuh semangat dan dibenarkan para warga asal Papua yang terkumpul siang itu.
Sementara itu, dari pantauan dalam hajatan Bakar Batu tersebut, tak hanya warga asal Papua yang berkumpul, warga di sekitar kompleks perkebunan tempat kegiatan juga ikut juga menyaksikan sekaligus menikmati sajian makanan yang tergolong jarang ditemui, apalagi ditambah dengan suasana yang akrab dan bersahabat. “Pak Vicky benar-benar diterima semua kalangan, karena memang orangnya sangat welcome dengan semua orang. Kami berharap Pak Vicky melanjutkan memimpin kami warga Manado,” ucap Andry Wowor.(dsw)

Selengkapnya bisa dibaca di SKH Swara Kita dan e-Paper www.swarakita-manado.com edisi Kamis 11 Februari 2016.

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment