Berita Terbaru

Thursday, February 11, 2016

Kawin kontrak, ABK kapal listrik Turki bayar 4 ABG Minsel 50 juta/orang
by donwu - 1

TSK dengan baju tahanan saat menjalani pemeriksaan di ruangan unit PPA Reskrim Polres Minsel, Kamis (11/2/2-16) tadi.(foto: serma/sk)
MINSEL, SMCOM—Keberadaan kapal pembangkit listrik tenaga gas yang ada di pantai Moinit, tidak hanya membawa solusi krisis listrik di Sulut, tetapi juga ikut “membawa bencana” baru di Minsel. Bagaimana tidak, kapal yang berasal dari Turki itu rupanya menjadi sasaran sejumlah oknum untuk menghasilkan uang, apalagi keberadaan kapal dan anak buah kapal (ABK) akan tinggal selama kurang lebih 5 tahun kedepan. Buktinya, 4 Anak Baru Gede (ABG) perempuan asal Tumpaan diduga direkrut untuk kawin kontrak dengan bule Turki yang tak lain berasal dari kapal Zeynep Sultan itu.
Reaksi cepat pihak Polres Minsel akhirnya bisa mengggalkan trafficking bermodus kawin kontrak yang melibatkan anak dibawa umur tersebut. Dari data yang berhasil dirangkum Swara Kita lewat unit PPA Polres Minsel, kasus ini terbongkar berawal dari laporan orangtua korban yang kehilangan anak beberapa hari terakhir ini. Usai melakukan penyelidikan dan pengembangan laporan tersebut, tim Polres Minsel akhirnya menangkap TSK CL alias Christa (21) asal desa Tumpaan Baru Kecamatan Tumpaan sebagai mucikari di penginapan MCM yang ada di Desa Lopana Kecamatan Amurang Timur, Rabu (10/2/2016) kemarin.
Korban 4 ABG perempuan tersebut yakni EL (14), FA (14), SL (14) dan AS (15), dan masih tercatat siswa di salah satu SMP yang ada di Kecamatan Tumpaan. Dari hasil interogasi penyidik Unit PPA Polres Minsel, TSK mengimingi para korban dengan uang Rp50 juta dengan catatan kawin kontrak dengan bule Turki selama 5 tahun sesuai dengan masa kontrak kapal Pembangkit Listrik Tenaga Gas Zeynep Sultan di pantai Moinit.
Pihak penyidik saat ini sedang melakukan pendalaman kasus tersebut karena TSK mengaku disuru oleh seseorang untuk merekrut para korban. Kapolres Minsel AKBP Benny Bawensel SIk SH MH yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Ali Tahir Sik, Kamis (11/2/2016) tadi membenarkan kasus tersebut, bahkan menurutnya kasus ini sedang dalam penyelidikan oleh pihaknya. ”Kami masih melakukan pendalaman kasus tersebut,” singkatnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga (Dikpora) Minsel Ollivya Lumi SSTP MSi yang dimintai keterangan terkait dengan kasus tersebut mengatakan prihatin dengan kasus tersebut, bahkan dirinya berjanji akan turun langsung mengecek asal sekolah dari para korban dan kemudian melakukan pembinaan. Dia juga mewarning sekolah yang lain untuk mewaspadai kasus-kasus tersebut. “Saya baru dengar ini, namun yang jelas saya akan turun ke sekolah asal para korban. Dan saya ingatkan kepada sekolah yang lain untuk mengantisipasi kasus ini agar tidak terjadi lagi, karena ini akan sangat melakukan dunia pendidikan di Minsel kedepan,” tegas Lumi yang dihubungi lewat telepon genggamnya.(ser)

Selengkapnya baca juga di SKH Swara Kita dan e-Paper www.swarakita-manado.com edisi Jumat 12 Fabruari 2016.


« PREV
NEXT »

1 comment