Berita Terbaru

Monday, February 29, 2016

Anggaran Pembebasan Lahan Tol Manado-Bitung Menipis, Pemprov Optimis Selesai Sesuai Target
by noberd losa - 0

MANADO,SM.COM - Pembebasan lahan Jalan Tol Manado-Bitung dengan panjang 39,9 Kilometer yang telah berjalan lebih dari 3 tahun sepertinya kembali akan tersendat.

Pasalnya, Anggaran pembayaran pembebasan lahan ternyata mulai menipis.

Ini terungkap dalam rapat dengar pendapat atau Hearing antara Komisi III DPR Sulut, Dinas Pekerjaan Umum Sulut, Balai Sungai Sulut dan Balai Jalan Wilayah XI pada Senin (29/2/2016) siang tadi.

Kepala Balai Jalan Wilayah XI Sam Longdong melaporkan Anggaran Pembebasan lahan mulai menipis sehingga diharapkan presure politik dari DPRD Sulut ke Pemerintah Pusat jamin ketersediaan anggaran.

Menanggapi ini, Anggota Komisi III Boy Tumiwa dan Ayub Ali berasumsi pekerjaan mega proyek ini akan selesai setelah masa jabatan Guberunur Olly Dondokambey berakhir.

"Pembebasan lahan tak selesai sudah 3 tahun, kalau seperti ini, sampai Gubernur OD habis masa jabatan, Tol Manado-Bitung tak akan seesai, kalau seperti ini Kepala SKPD diganti saja, progres tak jelas," tegas Tumiwa.

Penegasan serupa juga disampaikan oleh Edison Masengi, yang mempertanyakan progres mega proyek tersebut.

"Sudah berjalan 3 tahun, belum juga setengah jalan tuntas malah banyak masalah jangan buang-buang waktu," tegas Masengi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (P.U) Sulut Edy Kenap melaporkan 0 Kilometer sampai 7 Kilometer telah terbayar 342 bidang dengan luas lahan kurang lebih 128 Hektar dengan anggaran Rp188,5 Miliar dan Belum terbayar 34 bidang atau luas lahan 20 hektar.

"Sementara 7 Kilometer sampai 14 Kilomter yang terbayar 128 Bidang dengan Luas Lahan 35 Hektar dengan anggaran Rp114,33 Miliar," kata Kenap sembari menambahkan 5 Bidang tanah seluas 1,8 Hektar siap dibayarkan dengan harga Rp6,3 Miliar.

Lanjutnya, masih ada 391 Bidang belum terbayar atau seluas 113 Hektar, 242 bidang seluas 75 Hektar proses penilaian Appraisal dan 149 bidang seluas 38 Hektar belum menyetujui harga ganti rugi.

Beberapa waktu lalu, Ketua Satuan Tugas Percepatan Pembebasan Lahan Tol Manado-Bitung Lucky Korah mengatakan, sampai saat ini tidak ada permasalahan dan perbedaan persepsi antara Badan Pertanahan Nasional (BPN), Pemerintah Provinsi (Pemprov), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta masyarakat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dalam pembebasan lahan.

“Semua on the track, ini karena tidak ada penafsiran berbeda,” kata Lucky.

Sampai dengan akhir tahun 2015 lalu, Proyek tol Manado-Bitung seksi II masuk dalam tahap persiapan lelang.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan, hanya empat perusahaan yang ikut dalam proses lelang tol tersebut.

PT Waskita Karya, Konsorsium Jasa Marga, PT PP dan Wijaya Karya, Bangun Tjipta Sarana dan HCM Dewanto asal Malaysia

Ditargetkan Mei 2016 ini konstruksi sudah bisa dimulai.

Tol ini memiliki total panjang mencapai 39,9 kilometer. Di mana seksi I merupakan porsi pemerintah sedangkan seksi II bakal dilelang untuk investor.

Direktur Pembangunan Jalan, Achmad Ghani Ghazali mengatakan, proyek tol ini ditargetkan selesai konstruksi seluruhnya pada 2018.

"Kontraktor pelaksananya adalah Tiongkok Hebei Road dan Bridge Group. Co. Ltd yang bekerja sama dengan PT Hutama Karya (Persero) Tbk," tutur Ghani.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum juta telah menandatangani kontrak proyek tol Manado-Bitung seksi I segmen 2 senilai Rp 1,24 triliun.

Pemerintah mendapatkan porsi untuk mengerjakan pembangunan jalan tol Manado-Bitung seksi I.

Ghani mengatakan, ruas tol Manado-Bitung seksi 1 segmen 2 sepanjang 7 km telah ditandatangani kontraknya pada Rabu pekan ini. Nilai kontrak yang diteken tersebut sebesar Rp 1,24 triliun.

"Nilainya 1,24 triliun. Pembangunan tol Manado-Bitung terdiri dari 2 seksi dengan total panjang 39,9 km," katanya. 

Pekerjaan fisik segmen 2 dikerjakan melalui pinjaman dari Bank Exim China dan sisanya sepanjang 7,9 km dibiayai dengan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Ghani menambahkan, pembebasan lahan ruas tol Manado-Bitung seksi I segmen 2 hingga kini mencapai 94 persen.

Pembebasan lahan dibiayai oleh pemerintah provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten Minasaha Utara.

"Untuk‎ sisa lahan yang belum dibebaskan akan dibiayai oleh pemerintah pusat," lanjutnya.

Proses selanjutnya setelah ditandatangani kontrak, pemerintah menunggu pencairan pinjaman dari Bank Exim China, yang rencananya bakal cair paling telat Desembe‎r 2015.

"Kita menghargai anggaran pinjaman China dan tentunya kita akan bekerja bersama, pengupayakan bersama supaya loan China ini bisa ditandatangani sebelum Desember," kata Sekjen Kementerian PUPR, Taufik Widjojono.(Obe)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment