Berita Terbaru

Friday, January 29, 2016

Toleransi di ibadah Natal bersama MPR, DPR, DPD RI
by donwu - 0

Pengisi acara dalam perayaan Natal MPR/DPR/DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/1/2016) malam.(foto: ist)
JAKARTA—Tiga lembaga di Senayan, MPR/DPR/DPD RI, Kamis (28/1/2016) malam, menggelar perayaan Natal 2015 bersama rakyat dari perwakilan seluruh Indonesia di lapangan sepakbola Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Perayaan Natal ini dihadiri perwakilan keluarga anggota MPR, DPR, dan DPD, Kapolri Jendral Badroddin Haiti, Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo, Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan sejumlah Menteri.
Ketua DPR RI, Ade Komarudin, dalam sambutannya berharap makna Natal mampu membawa kedamaian di Indonesia. "Saya secara pribadi dan selaku ketua DPR mengucapkan selamat Natal dan tahun baru 2016. Semoga kehidupan kita dan keluarga dipenuhi dengan cinta dan damai," kata Ade. Pada hari yang berbahagia ini, Akom—sapaan Ade Komaruddin—, mengajak semua yang hadir dalam perayaan Natal hari ini untuk menjadi pembawa obor cinta kasih dan terang bagi sesama umat manusia.
Sementara itu Ketua Panitia Maruarar Sirait mengatakan, kegembiraan Natal harus menjadi momentum kebersamaan seluruh anak bangsa, bersinergi membangun kehidupan bangsa Indonesia yang bertoleransi, maju, adil tanpa diskriminasi. Kata Maruarar, seluruh masyarakat Indonesia harus terus meningkatkan kehidupan bertoleransi. Dengan demikian bisa mewujudkan Indonesia bangkit, maju, dan Indonesia Hebat di masa-masa mendatang. "Apapun agamanya, dilindungi UUD 45 dan Pancasila. Kita harus jujur, masih banyak teman kita kesulitan beribadah dan menyembah tuhan yang diyakininya," kata Ara, sapaan akrabnya.
Maruarar lalu mengundang komunitas gereja di beberapa tempat yang mengalami pengalaman itu. Yakni Komunitas GKI Yasmin Bogor, HKBP Filadelfia Bekasi, HKBP Ciketing, dan Komunitas Gereja Katolik di Bekasi. Kata Maruarar, beberapa puluh tahun lalu, Pendiri RI, Bung Karno menunjukkan dirinya sebagai seorang Pluralis dan Muslim. "Bung Karno berani membangun Mesjid Istiqlal yang diarsiteki Ir.Silaban yang Kristiani, dan di dekatnya ada Gereja Katedral. Maka nasionalisme Bung Karno adalah tulen, bukan gadungan yang hanya retorika," tandasnya.
Kata Ara, untuk meraih Indonesia Hebat bertoleransi, berkeadilan, dan adil, maka dibutuhkan sinergitas antara legislatif, eksekutif, yudikatif, dan semua warga negara. Dalam konteks itu pula, Ara mengatakan pihaknya sedang mengumpulkan dana untuk membangun gereja, vihara, dan pura di Kompleks DPR. Selama ini, yang ada hanya Mesjid besar dan musholla di setiap ruangan. "Kami melakukan ini demi menunjukkan inilah pluralisme di Indonesia. Tak usah gereja besar, cukup yang kecil saja. Tapi jadi bagian tak terpisahkan dari .toleransi bangsa kita," kata Ara.
Dia lalu mengaku beruntung karena ada Ketua DPR Ade Komaruddin dan ketua DPD RI Irman Gusman yang sangat menghargai pluralisme dan kebhinekaan. "Waktu saya datang ke Pak Ade meminta ijin, bolek tidak melaksanakan perayaan Natal. Jawabannya bukan boleh atau tidak, tapi apa yang saya bisa bantu untuk terlaksananya Natal ini," kata Ara disambut tepuk tangan semua peserta acara.
"Pak Ade ini baru dilantik jadi Ketua DPR, tapi sudah melakukan gebrakan, melarang kunker ke luar neger dan mengurangi masa reses sehingga DPR lebih bekerja. Mungkin ada anggota DPR tak senang. Tapi saya yakin mayoritas masyarakat Indonesia mendukung Pak Ade seperti saya. Kita berhemat untuk kepentingan bangsa dan negara," tambah Ara.
Pada kesempatan itu, Ara melaporkan juga bahwa pihaknya menyertakan puluhan pedagang kecil makanan. "Ada nasi goreng, sate, dan lain-lain. Ini supaya rakyat kecil juga bisa menikmati perayaan Natal ini," imbuhnya. "Dari sisi pengamanan, Kita dibantu pengamanannya. Selain Pak Polisi dan TNI, juga ada dari Banser NU yang menjaga bersama-sama kita. Terima Kasih untuk semuanya," kata Ara anggota Komisi XI DPR RI itu.(b1c/mer)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment